News
BPS Aceh Tamiang pastikan pendataan pascabencana akurat dan merata
4 jam yang lalu
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, meninjau langsung Pendataan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Kabupaten Aceh Tamiang. Kunjungan ini bertujuan memastikan proses pendataan berjalan sesuai dengan metodologi dan standar yang telah ditetapkan, sehingga data statistik yang dihasilkan lebih akurat dan tidak ada keluarga yang terlewat.
Dalam kunjungan tersebut, Amalia juga berdialog dengan responden dan mahasiswa PKL Politeknik Statistika STIS yang bertugas sebagai petugas pencacah. Ia berpesan agar mahasiswa dapat terus meningkatkan profesionalisme, ketelitian, serta pendekatan yang humanis dalam menggali informasi dari masyarakat.
Detail Pendataan Pascabencana
- Tujuan Pendataan: Menghasilkan data rinci dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pemulihan pascabencana.
- Jumlah Petugas: 270 mahasiswa Politeknik Statistika STIS diterjunkan untuk percepatan pendataan lapangan.
- Wilayah Pendataan: Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
- Manfaat Data: Hasil pendataan akan dijadikan basis data oleh Satgas Rehab Rekon Bencana Sumatra untuk intervensi yang tepat.
Integrasi dengan Praktik Kerja Lapangan
Kegiatan pendataan ini juga terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Polstat STIS Tahun 2026. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengumpulan data lapangan serta memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan pascabencana di Aceh.
Pesan Kepala BPS
Amalia menekankan pentingnya profesionalisme dan ketelitian dalam proses pendataan. Ia juga mengingatkan agar pendekatan yang humanis tetap dijaga untuk memastikan masyarakat merasa nyaman dan terlibat dalam proses pendataan.
Dengan adanya pendataan ini, diharapkan pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, serta tidak ada keluarga yang terlewat dalam mendapatkan bantuan dan rehabilitasi yang dibutuhkan.
Dampak Jangka Panjang
Data yang akurat dan merata akan menjadi dasar perencanaan pemulihan yang lebih baik, memastikan bahwa setiap keluarga yang terdampak bencana mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini juga akan membantu dalam pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh secara keseluruhan.
