News
96% Siswa SMA Aceh Tamiang Pulih dari Trauma Banjir Berkat Tim Psikologi Polri
06 Januari 2026 20:09
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi para siswa SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed. Hampir seluruh siswa, atau sekitar 96%, terdampak langsung oleh bencana tersebut, dengan sebagian di antaranya masih tinggal di pengungsian karena rumah mereka belum dapat ditempati.
Kepala SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed, Abdul Laris, mengungkapkan bahwa pada hari pertama sekolah pascabanjir, banyak siswa yang terlihat bingung, murung, dan kehilangan arah. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari Tim Divisi Psikologi Mabes Polri, kondisi psikologis siswa menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Dampak Banjir terhadap Siswa
- 96% siswa SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed terdampak langsung oleh banjir.
- Sebagian siswa masih tinggal di pengungsian karena rumah belum dapat ditempati.
- Pada hari pertama sekolah pascabanjir, siswa terlihat bingung, murung, dan kehilangan arah.
Metode Pemulihan Trauma
- Tim Psikologi Mabes Polri menggunakan metode pemulihan trauma melalui permainan, outbound, dan aktivitas interaktif.
- Metode ini dinilai efektif dalam membantu memulihkan mental dan membangkitkan semangat para siswa.
- Setelah mendapatkan pendampingan, siswa terlihat lebih bahagia dan ceria.
Harapan ke Depan
- Abdul Laris berharap kegiatan pemulihan trauma dapat terus berlanjut, baik dari Mabes Polri maupun instansi terkait lainnya.
- Pendampingan pemulihan trauma diharapkan dapat semakin optimal dan berkelanjutan untuk mendukung pemulihan mental siswa.
Dengan adanya pendampingan dari Tim Psikologi Mabes Polri, diharapkan siswa dapat segera pulih dan kembali fokus pada kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk turut serta dalam mendukung pemulihan mental siswa pascabencana.
Abdul Laris menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Divisi Psikologi Mabes Polri atas layanan pemulihan trauma yang telah diberikan. Ia berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk mendukung pemulihan mental siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
