News
Buya Yahya Ungkap Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Syaban untuk Warga Aceh
13 jam yang lalu
Bulan Syaban 1447 H akan dimulai pada 20 Januari 2026, menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Buya Yahya, ulama kharismatik, menjelaskan bahwa bulan Syaban adalah waktu terbaik untuk melatih diri memperbanyak ibadah sebelum Ramadhan tiba.
Buya Yahya menekankan bahwa puasa sunnah di bulan Syaban dianjurkan dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sayidah Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak selain Ramadhan, kecuali di bulan Syaban.
Keutamaan Puasa Syaban
- Puasa Syaban adalah latihan agar tubuh dan jiwa terbiasa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
- Tidak ada ketentuan hari khusus untuk berpuasa di bulan Syaban; semua hari boleh diisi dengan puasa sunnah.
- Rasulullah SAW hampir berpuasa penuh di bulan Syaban.
Malam Nisfu Syaban
- Malam Nisfu Syaban dianggap sebagai malam yang istimewa, di mana Allah memberikan pandangan rahmat khusus kepada hamba-Nya.
- Amalan yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Syaban antara lain memperbanyak salat sunnah, doa, istighfar, zikir, serta ibadah lainnya.
- Imam Syafi’i menyebutkan bahwa doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan pada malam Nisfu Syaban.
Buya Yahya mengingatkan agar perbedaan pandangan dalam masalah amalan sunnah tidak dijadikan alasan untuk saling mencela. Ia berharap umat Islam dapat menjadikan bulan Syaban sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menyambut Ramadan dengan sebaik-baiknya.
Amalan di Bulan Syaban
- Perbanyak salat sunnah, doa, istighfar, dan zikir.
- Manfaatkan malam Nisfu Syaban untuk beribadah dan memohon ampunan.
- Jangan saling mencela karena perbedaan pandangan dalam amalan sunnah.
Buya Yahya mengutip hadis dari Usamah bin Zaid RA, di mana Rasulullah SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Ia menekankan bahwa di bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah, dan Rasulullah ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
