News
Polwan Aceh Tenggara Mengajar Ngaji dan Relawan Bencana di Tengah Tugas
1 hari yang lalu
Di balik seragam dinas Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Polisi (Brigpol) Yusra Sempurna menyimpan kisah pengabdian yang menyentuh. Polwan yang bertugas di Polsek Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, ini secara sukarela mengajar mengaji anak-anak desa sekaligus aktif membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Setiap malam, selepas salat Magrib hingga Isya, Yusra mengajar mengaji di sebuah balai kayu sederhana berukuran sekitar 3x5 meter di Desa Batumbulan, Kecamatan Babussalam. Balai tersebut dibangun oleh ayahnya demi kenyamanan anak-anak yang belajar membaca Al-Qur’an.
Pengabdian sebagai Guru Ngaji
- Yusra mulai mengajar ngaji sejak 2018 dan saat ini mengajar tiga kali seminggu.
- Ia mengajarkan Iqra’ dan Al-Qur’an kepada sekitar delapan hingga sepuluh anak tanpa memungut biaya.
- Yusra tergerak setelah melihat banyak anak di desanya tidak bisa mengaji karena keterbatasan ekonomi.
Dukungan Keluarga dan Latar Belakang Pendidik
- Yusra merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi Medan.
- Semangat mengajarnya tak lepas dari latar belakang keluarga pendidik, dengan suami sebagai dosen dan orang tua serta saudara kandungnya sebagai guru.
Perjuangan Menjadi Polwan
- Yusra bergabung dengan Polri sejak 2014 dan menegaskan masuk kepolisian tanpa biaya sepeser pun.
- Ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di tiga desa di Kecamatan Badar dan menjalankan tugas kepolisian dengan penuh tanggung jawab.
Di Garda Terdepan Saat Bencana
- Yusra terlibat langsung dalam penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tenggara pada akhir November 2025.
- Ia membantu evakuasi, distribusi bantuan, serta memberikan trauma healing kepada anak-anak korban bencana.
- Salah satu momen paling menyayat hati baginya adalah saat menemukan seorang ibu yang menggendong bayi sakit dan harus berjalan kaki melewati gunung karena tidak ada akses kendaraan.
Menghadirkan Rasa Aman dan Harapan
- Dalam kegiatan trauma healing, Yusra dan rekan-rekannya menghibur anak-anak di pengungsian, membagikan makanan, serta memberikan edukasi agar menghindari area rawan longsor saat hujan.
- Kehadiran Yusra bukan hanya sebagai aparat negara, tetapi sebagai sosok yang memberi rasa aman dan harapan di tengah puing-puing rumah dan lumpur sisa banjir.
