Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Ibu Muda di Bireuen Pasrah di Gubuk Darurat Pasca Banjir Bandang

3 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Bireuen, meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga setempat. Salah satu korban, Seri Indriani (28), terpaksa tinggal di gubuk darurat berukuran 1,5 x 2 meter bersama anaknya, Alfa Riski (3), setelah rumahnya hanyut terseret arus banjir. Suaminya, Khaidir (30), bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara Seri yang sedang hamil harus bertahan di kondisi yang memprihatinkan.

Keuchik Blang Mee, Ferizal, menyatakan bahwa kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan dan memerlukan bantuan segera. Banjir bandang telah merendam 98% rumah di desa tersebut, dengan 10 rumah hilang dan 60 rumah rusak. Banyak warga menumpang di rumah keluarga atau tetangga, namun bagi Khaidir dan Seri, pilihan itu tidak ada. Mereka harus bertahan di gubuk darurat yang dibangun seadanya dari papan bekas.

Kondisi Pasca Banjir

  • 98% rumah di Desa Blang Mee terendam banjir, dengan 10 rumah hilang dan 60 rumah rusak.
  • Seri Indriani dan keluarga terpaksa tinggal di gubuk darurat berukuran 1,5 x 2 meter.
  • Khaidir bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Keuchik Ferizal berharap pemerintah segera memberikan hunian tetap bagi korban sebelum Ramadhan tiba.

Dampak Sosial dan Ekonomi

  • Banyak warga menumpang di rumah keluarga atau tetangga, namun beberapa keluarga seperti Khaidir dan Seri tidak memiliki pilihan tersebut.
  • Kondisi gubuk darurat sangat memprihatinkan, dengan kain yang membalut sisi-sisinya agar angin malam tidak terlalu menusuk.
  • Seri Indriani sedang hamil dan harus bertahan di kondisi yang sulit, sementara suaminya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Harapan dan Tantangan

  • Keuchik Ferizal telah melaporkan data ke camat dan berharap bantuan segera datang.
  • Pemerintah diharapkan turun tangan untuk memberikan hunian tetap bagi korban banjir bandang, terutama mereka yang benar-benar kehilangan segalanya.
  • Kondisi ini menguji kesabaran dan keteguhan hati seorang ibu muda yang kehilangan rumah, tetapi tidak kehilangan harapan.
Ibu Muda di Bireuen Pasrah di Gubuk Darurat Pasca Banjir Bandang