Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

4.000 ASN Aceh Bersihkan Sekolah untuk Percepat Pemulihan Pasca Banjir

05 Januari 2026 08:26

Banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak yang mendalam. Lumpur tebal menutupi rumah ibadah, sekolah, dan rumah warga di berbagai kabupaten, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman, tetapi juga pada sawah, kebun, dan tambak. Data dari Komando Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh mencatat sekitar 51.335 hektare sawah rusak, dengan 500 hektare sawah di Pidie masih terkubur lumpur setebal 40 cm hingga 1 meter. Selain itu, 25.074 hektare kebun dan 39.910 hektare tambak juga terdampak.

Dalam menghadapi bencana ini, kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah Aceh telah mengerahkan 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan untuk membantu proses pemulihan. Penugasan tahap kedua dimulai pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan fokus utama membersihkan fasilitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang. Sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK menjadi prioritas, mengingat kegiatan belajar-mengajar direncanakan kembali berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026. Pendidikan tidak boleh berhenti, sebab ia adalah fondasi masa depan anak-anak Aceh.

Upaya Pemulihan dan Kolaborasi

  • 4.000 ASN dikerahkan sebagai relawan untuk membersihkan fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang.
  • Penugasan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
  • Relawan dibekali dengan peralatan kerja dan dukungan logistik, termasuk kebutuhan dapur umum.
  • Koordinasi dengan pos komando kabupaten/kota serta bergabung dengan relawan dari BNPB, TNI/Polri, dan masyarakat.

Dampak dan Tantangan

  • 51.335 hektare sawah rusak akibat banjir, dengan 500 hektare sawah di Pidie masih terkubur lumpur setebal 40 cm hingga 1 meter.
  • 25.074 hektare kebun dan 39.910 hektare tambak juga terdampak.
  • Proses pemulihan membutuhkan waktu panjang dan tenaga yang luar biasa.

Semangat Gotong Royong

  • Gubernur Aceh menekankan pentingnya persatuan dan kerja keras untuk membangun kembali Aceh.
  • Semangat gotong royong menjadi ciri khas bangsa dalam menghadapi bencana.
  • Kolaborasi antara ASN, BNPB, TNI/Polri, dan masyarakat menunjukkan semangat gotong royong yang kuat.

Dengan kebersamaan, kerja keras, dan tekad yang diwariskan para pendahulu, Aceh pasti mampu pulih. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan membuktikan bahwa bangsa ini tidak pernah menyerah.

4.000 ASN Aceh Bersihkan Sekolah untuk Percepat Pemulihan Pasca Banjir
0123456789