News
Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan untuk Warga Beutong Ateuh Terdampak Banjir
10 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Beutong Ateuh, Nagan Raya, meninggalkan dampak yang cukup parah bagi warga setempat. Sebanyak 167 rumah hilang dan warga masih berteduh di tenda seadanya. Dalam upaya membantu meringankan beban warga, Ormas Kosgoro 1957 kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Bantuan yang disalurkan berupa mukena, baju koko, jilbab, susu anak-anak, alat-alat pembersih, dan sembako. Bantuan ini berasal dari Yayasan Artha Graha melalui Artha Graha Peduli (AGP) dan diserahkan langsung kepada Kepala Desa Babah Suak, Banta Kamari, di tenda pengungsi.
Bantuan dan Kerja Bakti
- Bantuan langsung: Mukena, baju koko, jilbab, susu anak-anak, alat pembersih, dan sembako.
- Kerja bakti: Membersihkan masjid dan meunasah yang terdampak banjir di enam daerah agar bisa segera difungsikan menjelang bulan Ramadhan.
- Perbaikan infrastruktur: Membantu memperbaiki jaringan pipa air bersih di dua desa di Bener Meriah.
Dampak Banjir
- 167 rumah hilang akibat banjir bandang.
- Warga masih berteduh di tenda seadanya.
- Masjid dan meunasah terdampak banjir dan membutuhkan pembersihan.
Kosgoro 1957 tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga aktif dalam kerja bakti dan perbaikan infrastruktur untuk membantu warga yang terdampak banjir. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan pasca-bencana.
Sebelumnya, Kosgoro 1957 juga telah mendistribusikan bantuan ke sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, termasuk Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.
Dengan adanya bantuan dan kerja bakti ini, diharapkan warga yang terdampak banjir dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Upaya Kosgoro 1957 dalam menyalurkan bantuan dan melakukan kerja bakti patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kosgoro 1957 juga mengajak seluruh pihak untuk turut serta dalam membantu warga yang terdampak banjir, baik melalui bantuan material maupun tenaga. Dengan kerja sama dan gotong royong, diharapkan pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
