Kembalipendidikan

Langsa Terkeluar dari Beasiswa Banjir Aceh Meski Kerugian Pendidikan Rp125 Miliar

Penulis

ajnn.net

Tanggal

07 Mei 2026

Langsa Terkeluar dari Beasiswa Banjir Aceh Meski Kerugian Pendidikan Rp125 Miliar

Langsa tidak terdaftar sebagai penerima Beasiswa Bencana Aceh tahun 2026, walaupun kerugian di sektor pendidikan akibat banjir akhir 2025 tercatat mencapai Rp125,1 miliar. Keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keadilan dan akurasi data yang digunakan dalam penentuan hak penerima.

Prof. Mohd Nasir, pakar pendidikan IAIN Langsa, menegaskan bahwa distribusi bantuan harus didasarkan pada tingkat kerentanan dan kerusakan teknis, bukan pada faktor administrasi yang dapat menyimpang dari fakta lapangan. Ia menambahkan bahwa mekanisme yang kurang terintegrasi berpotensi menimbulkan kesenjangan baru bagi generasi muda.

Data Kerusakan dan Ketimpangan Distribusi

  • Kerugian pendidikan di Langsa tercatat Rp125,1 miliar, mencakup kerusakan fasilitas dan gangguan proses belajar mengajar.
  • Program Beasiswa Bencana Aceh 2026 mencakup 18 kabupaten/kota sebagai penerima, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Kota Lhokseumawe.
  • Langsa tidak termasuk dalam daftar tersebut, meski nilai kerugiannya termasuk yang terbesar di provinsi.
  • Prinsip manajemen bencana dalam sektor pendidikan menegaskan bahwa bantuan harus diberikan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan, bukan ketidaktepatan verifikasi.
  • Tanpa dukungan finansial, ribuan siswa dan mahasiswa dari keluarga yang penghasilannya terganggu berisiko berhenti sekolah.
  • Revisasi proses verifikasi data dan sinkronisasi antara satuan kerja daerah dan provinsi diperlukan agar alokasi bantuan sesuai dengan kebutuhan sejati.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.