Kembaliekonomi

Lulusan S1–S3 di Aceh menghadapi pengangguran 8,68%","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":85,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":82,"Summary":"Tingkat pengangguran diช

Penulis

serambinews.com

Tanggal

07 Mei 2026

Lulusan S1–S3 di Aceh menghadapi pengangguran 8,68%","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":85,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":82,"Summary":"Tingkat pengangguran diช

Di Aceh, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,60 persen pada 2025, sementara lulusan pendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) mencatat angka pengangguran 8,68 persen, menjadi kelompok paling terdampak. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan ketersediaan lapangan kerja di wilayah tersebut.

Proyeksi menunjukkan bahwa angka pengangguran dapat melonjak hingga 13 persen pada 2026 akibat kerusakan lahan pertanian yang mengancam sekitar 200 ribu tenaga kerja sektor pertanian. Situasi ini menuntut kebijakan yang lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja berkelanjutan dan peningkatan keterampilan lulusan.

Faktor Penyebab dan Dampak Sosioekonomi

  • 5,60 persen TPT Aceh tahun 2025, 8,68 persen bagi lulusan PT.
  • 13 persen proyeksi TPT 2026 jika lahan pertanian terus rusak.
  • Sekitar 200 ribu pekerja sektor pertanian berisiko kehilangan pekerjaan.
  • Pengangguran lebih tinggi di wilayah perkotaan dan dialami lebih banyak oleh perempuan.
  • Ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dan penyerapan tenaga kerja menjadi penyebab utama.
  • Kurangnya investasi dan infrastruktur di Kawasan Industri Aceh Ladong menghambat pembukaan lapangan baru.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.