News
Empat Bulan Pasca Banjir, Warga Aceh Utara dan Bireuen Masih Menunggu Hunian Layak
3 jam yang lalu
Empat bulan setelah banjir melanda Aceh Utara dan Bireuen, ratusan keluarga masih bertahan di tenda darurat dan hunian sementara. Kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan mereka terganggu, sementara kepastian hunian layak belum juga datang. Banyak warga, terutama anak-anak, merasakan dampak psikologis dari ketidakpastian ini.
Di Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, ratusan keluarga masih bertahan di gubuk darurat beratap terpal. Sebagian dibangun secara swadaya menggunakan kayu seadanya, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat atau menyewa rumah dengan kemampuan terbatas. Keuchik Leubok Pusaka, Janni, mengatakan sebagian besar warga masih menunggu kepastian hunian.
Kondisi di Berbagai Daerah
- Aceh Utara: Di Gampong Leubok Pusaka, ratusan keluarga masih bertahan di gubuk darurat. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat belum pulih sepenuhnya.
- Bireuen: Di Gampong Tingkeum Manyang, delapan kepala keluarga masih bertahan di meunasah karena rumah mereka hilang diterjang banjir. Di Gampong Pante Lhong, Riska Devia (35) juga harus merayakan Lebaran di tenda darurat bersama belasan kepala keluarga lainnya.
- Langkahan: Sejumlah warga masih bertahan di ruang kelas sekolah. Salah satunya Musliadi, Kepala Dusun Leubok Muku, Gampong Buket Linteung, yang hingga kini masih mengungsi di SMP Negeri 4 Langkahan bersama keluarganya.
Dampak Sosial dan Keagamaan
- Balai pengajian rusak sehingga ratusan anak belum bisa kembali mengikuti kegiatan mengaji.
- Selama Ramadhan, kegiatan sempat berjalan dengan bantuan relawan, namun setelah itu kembali terhenti.
- Bagi warga, kondisi ini menambah beban psikologis, terutama bagi anak-anak.
Tanggapan Pemerintah
Pemerintah daerah menyatakan bantuan bagi korban banjir terus disalurkan. Juru bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, mengatakan ribuan kepala keluarga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk membantu kebutuhan tempat tinggal sementara. Namun, proses rehabilitasi hunian masih lambat dan banyak warga masih menunggu kepastian pembangunan rumah.
Kebutuhan Mendesak
- Kepastian hunian: Warga membutuhkan kepastian tempat tinggal agar dapat kembali menata kehidupan.
- Pemulihan aktivitas ekonomi: Tanpa hunian yang layak, aktivitas ekonomi, pendidikan anak, hingga kehidupan sosial menjadi sulit pulih.
- Dukungan psikologis: Banyak warga, terutama anak-anak, merasakan dampak psikologis dari ketidakpastian ini.
