News
Banjir Susulan di Lokop Ganggu Pembelajaran, 288 Sekolah Aceh Masih Terendam
05 Januari 2026 13:44
Banjir susulan kembali melanda Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, menghentikan aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah setempat. Kondisi ini membuat anak-anak merasa takut dan guru memilih menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar, meskipun sekolah sebelumnya telah dibersihkan pascabencana.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa sebagian besar sekolah di Aceh sudah mulai kembali beroperasi. Namun, wilayah Lokop masih sangat rentan karena kondisi alam yang belum stabil. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Profesor Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 2.756 sekolah terdampak.
Dampak Banjir terhadap Pendidikan di Aceh
- 2.756 sekolah di Aceh terdampak banjir dan longsor.
- 90 persen atau 2.468 sekolah di Aceh telah kembali beroperasi.
- 18 sekolah masih melaksanakan pembelajaran menggunakan tenda.
- 288 sekolah lainnya masih dalam tahap pembersihan.
Langkah Pemulihan Pendidikan
- Bantuan biaya pembersihan sekolah sebesar Rp5 juta hingga Rp50 juta per sekolah.
- Penyaluran 15.500 paket school kit, 78 unit tenda, 100 ruang kelas darurat, dan 90.000 buku pelajaran.
- Dana pemulihan psikososial sebesar Rp300 juta dan Dana Operasional Pendidikan Darurat sebesar Rp11,29 miliar khusus untuk Aceh.
- Tunjangan khusus kepada 16.467 guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana dengan total anggaran Rp32,9 miliar.
Surat Edaran Mendikdasmen
Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana. Surat edaran ini mengatur fleksibilitas pembelajaran, penyesuaian kurikulum, metode adaptif, serta penilaian yang berfokus pada keamanan dan kenyamanan murid.
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah terdampak dapat kembali melaksanakan pembelajaran secara penuh pada 5 Januari 2026. Dalam kunjungannya, Menteri Pendidikan Tingkat Dasar dan Menengah juga mengunjungi sejumlah sekolah di Aceh Tamiang dan Kota Langsa.
