News
Makjun Aceh: Warisan Leluhur yang Layak Diakui WHO dan UNESCO
3 hari yang lalu
Makjun, obat tradisional Aceh, memiliki sejarah panjang dan manfaat kesehatan yang signifikan. Warisan ini layak mendapat pengakuan dari WHO dan UNESCO untuk melestarikan dan mempromosikannya.
Makjun telah digunakan oleh masyarakat Aceh selama berabad-abad dan memiliki dampak positif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat. Pengakuan internasional dapat meningkatkan kesadaran dan penggunaan makjun di Aceh.
Sejarah Makjun di Aceh
- Panghab Keumire, dikenal sebagai Bapak Makjun Aceh, adalah seorang pejuang dan pembuat makjun yang hidup lebih dari 100 tahun.
- Makjun digunakan oleh pejuang Aceh untuk meningkatkan daya tahan fisik dan mental selama perang melawan Belanda dan Jepang.
Manfaat Makjun
- Menghancurkan balgham (kolesterol) dan plak darah beku-kotor dalam pembuluh darah.
- Meningkatkan daya tahan fisik dan mental.
- Mengobati kemandulan dan mencegah penyakit stroke.
- Membuat tubuh lebih bertenaga dan awet muda.
Upaya Pelestarian
- T. A. Sakti, peminat naskah lama dan sastra Aceh, telah berupaya melestarikan makjun melalui penulisan dan pengajian.
- Pak Aidi Kamal di Banda Aceh dan Prof Dr I Nyoman Wijaya di Denpasar, Bali, telah mulai memproduksi makjun untuk kebutuhan keluarga dan sahabat.
Pengakuan Internasional
- Pengakuan dari WHO dan UNESCO dapat meningkatkan kesadaran dan penggunaan makjun di Aceh.
- Pengakuan ini juga dapat mendorong lebih banyak orang Aceh untuk membuat dan mengonsumsi makjun.
Dengan pengakuan internasional, makjun Aceh dapat menjadi bagian dari warisan budaya dan kesehatan dunia, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh dan global.
Makjun Aceh: Warisan Leluhur yang Layak Diakui WHO dan UNESCO.
Dengan sejarah panjang dan manfaat kesehatan yang signifikan, makjun Aceh layak mendapat pengakuan dari WHO dan UNESCO. Pengakuan ini dapat meningkatkan kesadaran dan penggunaan makjun di Aceh, serta melestarikan warisan budaya dan kesehatan yang berharga.
Manfaat Makjun:
- Menghancurkan balgham (kolesterol) dan plak darah beku-kotor dalam pembuluh darah.
- Meningkatkan daya tahan fisik dan mental.
- Mengobati kemandulan dan mencegah penyakit stroke.
- Membuat tubuh lebih bertenaga dan awet muda.
Upaya Pelestarian:
- T. A. Sakti telah berupaya melestarikan makjun melalui penulisan dan pengajian.
- Pak Aidi Kamal di Banda Aceh dan Prof Dr I Nyoman Wijaya di Denpasar, Bali, telah mulai memproduksi makjun untuk kebutuhan keluarga dan sahabat.
Pengakuan Internasional:
- Pengakuan dari WHO dan UNESCO dapat meningkatkan kesadaran dan penggunaan makjun di Aceh.
- Pengakuan ini juga dapat mendorong lebih banyak orang Aceh untuk membuat dan mengonsumsi makjun.
Dengan pengakuan internasional, makjun Aceh dapat menjadi bagian dari warisan budaya dan kesehatan dunia, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh dan global.
