News
Banjir Aceh: 52 Kecamatan Terisolir, Warga Sewa Alat Berat Sendiri
05 Januari 2026 10:20
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh telah memasuki hari ke-40. Masih terdapat 52 kecamatan di 10 kabupaten/kota yang terisolir dan belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat. Pemerintah Aceh terus memacu distribusi logistik via udara untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut.
Sementara itu, warga di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur terpaksa menyewa alat berat secara swadaya untuk membersihkan lumpur yang masih menimbun permukiman mereka. Hal ini dilakukan karena hingga lebih dari sebulan pascabanjir, belum ada alat berat pemerintah yang dikerahkan ke lingkungan tempat tinggal warga.
Dampak Bencana
- 542 korban meninggal dan 31 orang hilang
- 670.842 kepala keluarga (KK) atau 2.583.376 jiwa terdampak
- 1.008 titik pengungsian dengan 55.416 KK atau 217.780 jiwa
- 144.865 rumah, 51.335 hektare sawah, 25.074 hektare kebun, dan 39.910 hektare tambak rusak
Upaya Pemulihan
- Pemerintah Aceh memfokuskan pengiriman bantuan via udara ke gampong-gampong terisolir
- Warga menyewa alat berat dengan biaya tinggi untuk membersihkan lumpur
- Harapan warga terhadap bantuan alat berat pemerintah belum terwujud
Kerusakan Infrastruktur
- 227 unit perkantoran rusak
- 638 tempat ibadah rusak
- 1.027 sekolah rusak
- 180 rumah sakit dan puskesmas rusak
- 670 pondok pesantren rusak
- 1.593 titik badan jalan dan 468 jembatan mengalami kerusakan
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyediakan alat berat agar proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung lebih cepat dan beban masyarakat tidak semakin berat.
Data Terbaru
- 542 korban meninggal
- 31 orang hilang
- 4.939 orang mengalami luka ringan
- 474 orang mengalami luka berat
Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem ini melanda 202 kecamatan dan 3.543 gampong. Jumlah pengungsi mulai berkurang karena sebagian warga kembali ke rumah keluarga atau kerabat yang tidak terdampak banjir.
