News
Puluhan Warga Ulee Ceu Jangka-Bireuen Butuh Huntap Pasca Banjir Bandang
08 Januari 2026 20:27
Puluhan warga Desa Ulee Ceu, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen masih mengungsi di meunasah dan gubuk setelah banjir bandang yang terjadi pada November 2025. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga, dengan 25 unit rumah rusak berat dan 165 unit rumah rusak sedang. Total 217 kepala keluarga (KK) terdampak, dan banyak warga yang belum bisa kembali ke rumah mereka karena masih penuh lumpur tebal.
Menjelang Ramadhan, warga berharap bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah untuk memulihkan kehidupan mereka. Keuchik Ulee Ceu, Azwani, menyatakan bahwa warga sangat membutuhkan bantuan untuk membangun kembali rumah yang rusak. Selain rumah, banjir juga merusak fasilitas umum seperti kantor keuchik, posyandu, meunasah, balai pengajian, sawah seluas 25 hektare, tambak 65 hektare, dan saluran air sawah serta tambak.
Dampak Banjir Bandang di Ulee Ceu
- 25 unit rumah rusak berat dan tidak dapat ditempati lagi.
- 165 unit rumah rusak sedang dan membutuhkan perbaikan.
- 217 KK terdampak dan masih mengungsi di meunasah dan gubuk.
- Fasilitas umum rusak termasuk kantor keuchik, posyandu, meunasah, balai pengajian, sawah, dan tambak.
- Saluran air sawah dan tambak juga mengalami kerusakan parah.
Harapan Warga Menjelang Ramadhan
Warga berharap bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah untuk memulihkan kehidupan mereka. Mereka juga berharap agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak mereka. Salah satu warga, Hasan Idrus (40), seorang petani, rumahnya hancur dan kini tinggal sementara di balai di halaman rumahnya bersama dua keluarga lainnya.
Kerusakan Infrastruktur dan Ekonomi
Banjir bandang tidak hanya merusak rumah warga tetapi juga infrastruktur penting seperti sawah dan tambak. Kerusakan ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani dan nelayan. Warga berharap pemerintah segera menanggapi permintaan bantuan untuk memperbaiki kerusakan dan memulihkan kehidupan mereka.
