Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Mahasiswa Aceh Tenggara Desak Bupati Klarifikasi Intimidasi dan Tudingan Provokator

9 jam yang lalu

Massa mahasiswa dan pemuda Aceh Tenggara yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Bersatu (GMPB) berunjuk rasa di depan kantor Bupati Aceh Tenggara, Rabu, 14 Januari 2026. Aksi ini dipicu oleh dugaan intimidasi terhadap koordinator aksi Hamas Muda dan tudingan provokator terhadap Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) oleh Bupati Aceh Tenggara.

Massa menuntut Bupati Aceh Tenggara untuk menarik pernyataannya terkait IPMAT Banda Aceh sebagai provokator di tengah bencana melanda Aceh Tenggara. Mereka juga meminta klarifikasi dan permintaan maaf atas intimidasi yang diduga dilakukan oleh utusan Bupati terhadap keluarga Hamas Muda.

Tuntutan dan Desakan

  • Klarifikasi dan Permintaan Maaf: Massa meminta Bupati untuk menarik pernyataan dan meminta maaf atas tudingan provokator terhadap IPMAT Banda Aceh.
  • Peninjauan Korban Bencana: Massa mendesak Bupati untuk meninjau ulang korban bencana secara komprehensif, termasuk nama korban banjir bandang dan longsor di Aceh Tenggara.
  • Penyelidikan Penggelapan Bantuan: Massa meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan penggelapan bantuan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara.
  • Reparasi dan Pemulihan: Massa mendesak Bupati dan DPRK Aceh Tenggara untuk melakukan reparasi dan pemulihan terhadap korban banjir secara adil dan bijaksana.
  • Evaluasi Kinerja: Massa meminta evaluasi kinerja Kalaksa BPBD dan Kepala Dinas Sosial.
  • Etika Demokrasi: Massa meminta Bupati untuk tidak memfungsikan tim sukses dalam menghadapi sikap kritis publik dan melakukan polarisasi yang menyudutkan pihak yang mengkritisi pemerintah daerah.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dan pemuda dari dalam dan luar Aceh Tenggara, termasuk IPMAT Banda Aceh, IPMAT Medan, IPMAT Jabotabek, IKAMARA Yogyakarta, SAPMA Pemuda Pancasila, BEM STAISES Kutacane, BEM Universitas Gunung Leuser (UGL), HMI Cabang Kutacane, Komisariat HMI dan IMM Kutacane. Aksi berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari.

Massa yang gerah karena Bupati Aceh Tenggara tidak kunjung datang akhirnya membakar ban bekas dan menyalakan kembang api. Mereka menolak menyampaikan aspirasinya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Tenggara, Yusrizal, yang menyatakan bahwa Bupati sedang berada di Jakarta.

Mahasiswa Aceh Tenggara Desak Bupati Klarifikasi Intimidasi dan Tudingan Provokator
0123456789