News
Rp 17 Miliar Per Hari untuk MBG Aceh, BGN Dorong Pasokan Pangan Lokal
9 jam yang lalu
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh menerima alokasi dana sebesar Rp 17 miliar per hari dari pemerintah pusat. Dana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi lebih dari 1,7 juta penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Selain berdampak pada pemenuhan gizi, program ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja, dengan 28.650 orang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok pangan lokal. Ia mengingatkan bahwa jika bahan pangan masih didatangkan dari luar daerah, manfaat ekonomi tidak akan dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh. BGN juga mengajak masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan program agar lebih efektif dan transparan.
Dampak Program MBG di Aceh
- Alokasi Dana: Pemerintah pusat mengucurkan Rp 17 miliar per hari untuk program MBG di Aceh.
- Penerima Manfaat: Lebih dari 1,7 juta orang di Aceh menerima manfaat dari program ini.
- Penyerapan Tenaga Kerja: Program MBG telah menciptakan lapangan kerja bagi 28.650 orang di Aceh.
- Penguatan Ekonomi Lokal: BGN mendorong penggunaan bahan pangan lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat Aceh.
Langkah-Langkah Penguatan Rantai Pasok
- Urban Farming: Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan atap bangunan untuk bertani.
- Vertical Garden: Mengembangkan kebun vertikal untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
- Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam produksi pangan lokal, seperti petani, nelayan, dan peternak.
BGN juga mengajak pengusaha untuk berinvestasi dalam program MBG. Dengan membuka dapur SPPG, mereka dapat membantu masyarakat sekitar dan membuka lapangan pekerjaan. Program MBG tidak hanya sekadar memberikan asupan gizi, tetapi juga memutarkan roda perekonomian di tingkat masyarakat.
Kritik dan Pengawasan
BGN terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat untuk perbaikan kualitas menu dan layanan. Masyarakat diajak untuk mengawasi pelaksanaan program MBG agar lebih efektif dan transparan. Dengan demikian, program MBG dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh.
