News
Mendagri Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh dengan Kolaborasi Lintas Kementerian
9 jam yang lalu
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, yang menekankan pentingnya pemulihan di sektor pemerintahan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta ekonomi dan sosial masyarakat.
Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, mengajak seluruh menteri Kabinet Merah Putih untuk bekerja sama dalam mempercepat pemulihan. Ia menekankan pentingnya pemulihan ekonomi, terutama bagi pasar, warung-warung, dan UMKM di wilayah terdampak.
Fokus Pemulihan di Aceh
-
Pembersihan lumpur dan normalisasi muara sungai: Proses pemulihan di Aceh diperkirakan lebih berat karena banyak pemukiman tertimbun lumpur. Tito menambahkan bahwa dengan dikerahkannya pasukan tambahan dari TNI-Polri dan Sekolah Kedinasan, proses ini dapat selesai dalam dua minggu.
-
Pemulihan ekonomi dan sosial: Pemerintah menargetkan pemulihan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara rampung sebelum bulan Ramadhan. Salah satu langkah percepatan dilakukan melalui pembersihan kawasan terdampak, pengurangan jumlah pengungsi, serta pemberian bantuan bagi rumah rusak ringan dan sedang.
-
Kolaborasi lintas kementerian: Rapat koordinasi dihadiri oleh berbagai menteri dan gubernur dari provinsi terdampak, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Tito menekankan semangat gotong royong sebagai kunci percepatan rehabilitasi.
Dukungan dari Organisasi Nonpemerintah
- Lembaga seperti Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia (PMI), Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia aktif membantu masyarakat di wilayah pegunungan Aceh. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi.
Target Pemulihan
-
Sumatera Barat dan Sumatera Utara: Pemerintah menargetkan pemulihan di kedua provinsi ini rampung sebelum bulan Ramadhan. Langkah-langkah percepatan meliputi pembersihan kawasan terdampak, pengurangan jumlah pengungsi, serta pemberian bantuan bagi rumah rusak ringan dan sedang.
-
Aceh: Proses pemulihan di Aceh diperkirakan lebih berat karena banyak pemukiman tertimbun lumpur. Fokus utama adalah pembersihan lumpur dan normalisasi muara sungai, dengan target selesai dalam dua minggu jika pasukan tambahan dikerahkan.
