News
Mendagri Minta 15.000 Personel TNI/Polri Bersihkan Lumpur Banjir Aceh
5 hari yang lalu
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta tambahan 15.000 personel TNI/Polri untuk membantu membersihkan lumpur banjir di sejumlah daerah terdampak di Aceh. Pembersihan ini diharapkan selesai sebelum Ramadhan untuk menghindari kesulitan warga dalam menjalankan ibadah.
Koordinasi dilakukan dengan Kapolri dan Panglima TNI untuk mobilisasi kekuatan. Pembersihan lumpur dianggap penting untuk pemulihan pascabencana di Aceh.
Upaya Pembersihan Lumpur Banjir
- Tambahan Personel: Mendagri meminta tambahan 5.000 personel Polri dan 10.000 prajurit TNI untuk mempercepat pembersihan lumpur.
- Latihan Integrasi Taruna Wreda: Tito Karnavian juga meminta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) TNI/Polri untuk diturunkan ke lokasi bencana.
- Mobilisasi Sekolah Kedinasan: Selain TNI/Polri, sekolah kedinasan seperti IPDN, BPS, perikanan, dan perhubungan juga diminta untuk bergerak membantu pembersihan.
- Target Pembersihan: Pembersihan lumpur diharapkan selesai sebelum Ramadhan untuk menghindari kesulitan warga dalam menjalankan ibadah.
Dampak Banjir di Aceh
- Lumpur di Jalanan dan Rumah: Lumpur banjir masih terdapat di jalanan, gang-gang, rumah-rumah, lorong-lorong, dan toko-toko di sejumlah daerah terdampak.
- Pembersihan di Daratan dan Sungai: Pembersihan lumpur dianggap sangat penting, baik di daratan maupun sungai, untuk pemulihan pascabencana.
- Koordinasi dengan Forkopimda: Tito Karnavian memimpin rapat dengan unsur Forkopimda Aceh serta Bupati/Wali Kota se Aceh untuk koordinasi pembersihan lumpur.
Harapan Pemulihan Pascabencana
- Pembersihan Sebelum Ramadhan: Pembersihan lumpur diharapkan selesai sebelum Ramadhan untuk menghindari kesulitan warga dalam menjalankan ibadah.
- Mobilisasi Kekuatan: Mobilisasi kekuatan TNI/Polri dan sekolah kedinasan diharapkan dapat mempercepat pembersihan lumpur di Aceh.
- Pemulihan Pasca Bencana: Pembersihan lumpur dianggap penting untuk pemulihan pascabencana di Aceh, termasuk pemulihan jalanan dan rumah-rumah warga.
