News
Mendagri Tinjau Banjir Gayo Lues: Sawah Rusak dan Jembatan Vital Putus
4 hari yang lalu
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Kunjungan ini fokus pada pemulihan sawah dan jembatan vital yang rusak akibat banjir.
Dua desa yang dikunjungi Tito adalah Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Di Desa Badak, sawah masyarakat rusak dan tertimbun lumpur, sementara di Desa Rigeb, Jembatan Aih Bobo yang merupakan akses vital penghubung antar kecamatan rusak parah.
Dampak Banjir di Gayo Lues
- Sawah Rusak: Sawah di Desa Badak rusak dan tertimbun lumpur, mempengaruhi mata pencaharian petani lokal.
- Jembatan Putus: Jembatan Aih Bobo di Desa Rigeb putus, menghambat akses transportasi antar kecamatan.
- Jembatan Darurat: Masyarakat bersama TNI telah membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor.
Langkah Pemulihan
- Pemulihan Sawah: Mendagri memastikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memulihkan sawah terdampak melalui program optimalisasi lahan, termasuk pembersihan lumpur, bantuan benih, pupuk, irigasi, serta alat mesin pertanian.
- Pembangunan Jembatan Permanen: Pemkab Gayo Lues mengusulkan pembangunan empat jembatan permanen, termasuk Jembatan Aih Bobo, yang diharapkan dapat dibangun pada tahun 2026.
Evaluasi dan Harapan
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyatakan kunjungan ini bertujuan mengevaluasi kendala penanganan pascabencana yang telah berlangsung sekitar 40 hari. Bupati Gayo Lues Suhaidi berharap kunjungan Mendagri mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.
Kabupaten Gayo Lues, yang terletak sekitar 440 kilometer dari Kota Banda Aceh, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang berasal dari pemekaran Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2002. Banjir bandang yang melanda daerah ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan lahan pertanian, mempengaruhi kehidupan masyarakat lokal.
Dengan kunjungan Mendagri, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif, mengembalikan kondisi normal bagi warga Gayo Lues.
