News
Delapan Kabupaten Aceh Masih Butuh Perhatian Pascabanjir, Aceh Tamiang Terparah
5 jam yang lalu
Banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh masih meninggalkan dampak yang signifikan. Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, delapan kabupaten di Aceh masih membutuhkan perhatian khusus pascabanjir, dengan Aceh Tamiang sebagai daerah yang paling parah terkena dampaknya.
Pemerintah berencana untuk mempercepat rehabilitasi dengan melakukan pembersihan lumpur dan normalisasi sungai. Selain itu, bantuan langsung tunai akan diberikan kepada korban berdasarkan tingkat kerusakan rumah mereka.
Daerah yang Membutuhkan Perhatian
- Aceh Tamiang (terparah)
- Aceh Timur
- Aceh Utara
- Pidie Jaya
- Bireuen
- Bener Meriah
- Gayo Lues
- Aceh Tengah (Takengon)
Upaya Pemulihan
- Pembersihan lumpur di daerah dataran rendah
- Normalisasi sungai yang banyak mengandung sedimen
- Bantuan langsung tunai untuk korban:
- Kerusakan ringan: Rp 15 juta per rumah
- Kerusakan sedang: Rp 30 juta per rumah
- Kerusakan berat atau hilang: hunian sementara atau dana tunggu hunian senilai Rp 1,8 juta per bulan selama tiga bulan
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah menargetkan pemulihan pascabanjir di Sumatera dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan normal mereka.
Dampak Jangka Panjang
Pemulihan pascabanjir tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. Bantuan langsung tunai diharapkan dapat membantu masyarakat untuk segera kembali beraktivitas dan membangun kembali kehidupan mereka.
Pemerintah juga berencana untuk melakukan pemantauan berkala untuk memastikan bahwa upaya rehabilitasi berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan masyarakat Aceh dapat segera pulih dari dampak banjir dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan normal. Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
