News
Menteri Pertahanan Tinjau Kerusakan Sungai Tamiang, Warga Aceh Tamiang Terancam Banjir
04 Januari 2026 15:12
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menyusuri Sungai Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang menggunakan speed boat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung dampak kerusakan sungai pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini juga untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan melihat kondisi muara sungai yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, menyatakan bahwa persoalan Sungai Tamiang menjadi agenda penting pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan bencana. Kondisi muara sungai yang semakin menyempit dan kerusakan lingkungan akibat perkebunan kelapa sawit di sempadan sungai dinilai memperparah risiko banjir. Selain itu, kondisi tanggul sungai yang sudah sangat kritis juga menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
Dampak Kerusakan Sungai Tamiang
- Kerusakan lingkungan dan sedimentasi muara sungai dinilai semakin mengkhawatirkan.
- Perkebunan kelapa sawit di sempadan sungai memperparah risiko banjir.
- Kondisi tanggul sungai yang sudah sangat kritis mengancam keselamatan masyarakat pesisir.
- Kebun dan sawah warga sering rusak akibat banjir, sehingga ekonomi warga menjadi terganggu.
Pemerintah pusat berencana melakukan normalisasi sungai untuk melindungi warga dan mengurangi risiko banjir di masa depan. Program ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi sungai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang.
Upaya Penanggulangan Bencana
- Pemerintah pusat sedang menyiapkan program normalisasi sungai untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan sedimentasi muara sungai.
- Pembenahan tanggul sungai menjadi prioritas untuk melindungi masyarakat pesisir.
- Bantuan kepada masyarakat diserahkan untuk membantu pemulihan ekonomi warga yang terdampak banjir.
Dengan adanya kunjungan dan perhatian dari pemerintah pusat, diharapkan kondisi Sungai Tamiang dapat segera diperbaiki dan risiko banjir dapat diminimalisir. Masyarakat Aceh Tamiang berharap agar program normalisasi sungai dapat segera dilaksanakan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian mereka.
