News
64 Ribu Rumah Aceh Rusak Ringan, Pemerintah Siapkan 153 Lahan Relokasi
5 hari yang lalu
Banjir besar yang melanda Aceh telah menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah warga. Data dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menunjukkan bahwa sebanyak 64.740 unit rumah mengalami kerusakan ringan, 40.103 unit rusak sedang, dan 13.969 unit rusak berat atau hanyut. Ini menjadikan Aceh sebagai provinsi paling parah terdampak banjir di Sumatra.
Untuk menanggulangi dampak banjir, pemerintah telah menyiapkan 153 titik lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Lahan-lahan ini berpotensi menampung hingga 28.311 unit rumah, dengan 24 titik lahan telah diverifikasi dan dinyatakan layak.
Dampak Banjir di Aceh
- Total rumah terdampak: 189 ribu unit di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
- Aceh paling parah: 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, dan 13.969 rusak berat.
- Lahan relokasi: 153 titik lahan di Aceh, dengan luas total 473,09 hektare.
Langkah Pemerintah
- Verifikasi lahan: 24 titik lahan telah diverifikasi dan dinyatakan layak.
- Skema pembiayaan: Penetapan lokasi by name by address (BNBA), pengalokasian anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pelaksanaan pembangunan.
- Target waktu: Pengadaan barang dan jasa ditargetkan mulai Februari 2026.
Pemerintah berfokus pada percepatan penanganan banjir untuk memulihkan kondisi warga Aceh yang terdampak. Dengan adanya lahan relokasi yang siap, diharapkan proses pembangunan hunian tetap dapat segera dimulai dan memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan rumah mereka.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan ekonomi: Pembangunan hunian tetap diharapkan dapat memulihkan ekonomi warga yang terdampak banjir.
- Stabilitas sosial: Dengan adanya hunian yang layak, diharapkan stabilitas sosial dan keamanan di Aceh dapat terjaga.
- Pencegahan bencana: Pemerintah juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.
Dengan adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah, diharapkan warga Aceh yang terdampak banjir dapat segera mendapatkan hunian yang layak dan memulai kehidupan baru dengan lebih baik.
