News
Bendungan Jebol di Aceh Utara Ancam 10 Kecamatan Gagal Panen
02 Januari 2026 17:18
Banjir yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada bendungan dan jaringan irigasi. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi dan berjanji segera memperbaiki infrastruktur yang rusak untuk mencegah gagal panen di 10 kecamatan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menunjukkan titik bendungan yang jebol di Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, Desa Rumoh Rayeuk. Kerusakan ini berdampak serius pada ketahanan pangan di Aceh Utara dan Aceh Timur, dengan 7 kecamatan di Aceh Utara dan 3 kecamatan di Aceh Timur terancam gagal panen.
Dampak Banjir
- 21 Daerah Irigasi (DI) rusak, dengan 7 DI rusak berat dan 14 DI rusak sedang.
- 78 titik tanggul sungai rusak, meningkatkan risiko banjir susulan.
- 69 unit jembatan rusak, dengan 59 unit rusak berat dan 10 unit rusak sedang.
- 432 ruas jalan rusak, terdiri dari 139 ruas rusak berat, 46 ruas rusak sedang, dan 247 ruas rusak ringan.
Langkah Pemerintah
Menteri PU memastikan perbaikan bendungan, tanggul, dan jaringan irigasi akan menjadi prioritas. Selain itu, pemasangan jembatan Aramco dengan dukungan TNI akan dilakukan untuk mengembalikan akses masyarakat. Penanganan darurat dan permanen akan segera dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan mencegah dampak lanjutan pada sektor pangan dan ekonomi daerah.
Ancaman terhadap Ketahanan Pangan
Bendungan DI Jambo Aye merupakan sumber utama pengairan lahan pertanian di dua kabupaten. Kerusakan pada infrastruktur ini mengancam produktivitas sawah masyarakat dan dapat menyebabkan kelaparan. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kerusakan Infrastruktur Lainnya
Selain bendungan dan irigasi, banjir juga merusak infrastruktur penghubung seperti jalan dan jembatan. Kerusakan ini mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik, sehingga memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi untuk memulihkan aktivitas masyarakat.
Dengan adanya janji dari Menteri PU untuk segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan ketahanan pangan di Aceh Utara dan Aceh Timur dapat terjaga.
