News
1.606 Huntara di Aceh dan Sumut Target Rampung Sebelum Ramadhan 2026
5 hari yang lalu
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan 1.606 unit hunian sementara (huntara) di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) akan selesai sebelum Ramadhan 2026. Huntara ini ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah.
Pembangunan huntara menggunakan sistem modular baja ringan untuk memastikan kecepatan, kualitas, dan kenyamanan penghuni. Fasilitas pendukung seperti toilet komunal, listrik, dan air bersih juga disediakan untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat.
Rincian Pembangunan Huntara
- Total unit huntara: 1.606 unit
- Lokasi pembangunan:
- Aceh: 480 unit di Kabupaten Bener Meriah, 400 unit di Kabupaten Aceh Utara, 211 unit di Kabupaten Pidie Jaya, dan 84 unit di Kabupaten Aceh Tamiang (sudah rampung).
- Sumatera Utara: 431 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan.
- Fasilitas pendukung: Toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi.
Manfaat Huntara
- Menampung masyarakat terdampak bencana: Setiap blok huntara dapat menampung hingga 12 kepala keluarga (KK) atau sekitar 48 jiwa.
- Kenyamanan dan keamanan: Sistem modular baja ringan memastikan bangunan lebih kuat, tahan lama, dan dapat dibangun dengan cepat.
- Pemenuhan kebutuhan dasar: Fasilitas pendukung disediakan untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat selama masa tinggal sementara.
Target Penyelesaian
- Sebelum Ramadhan 2026: Pembangunan huntara diharapkan selesai sebelum bulan Ramadhan 2026, sesuai arahan dari BNPB.
- Prioritas pemerintah: Percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.
Dengan adanya huntara ini, diharapkan masyarakat terdampak bencana alam di Aceh dan Sumut dapat segera mendapatkan hunian yang layak dan aman, serta dapat memulai kehidupan baru dengan lebih baik.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan pasca-bencana: Huntara ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana alam untuk memulai kehidupan baru dengan lebih baik.
- Peningkatan kualitas hidup: Dengan adanya hunian yang layak dan aman, serta fasilitas pendukung yang memadai, diharapkan kualitas hidup masyarakat terdampak dapat meningkat.
- Stabilitas sosial: Pembangunan huntara juga diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas sosial dan keamanan di wilayah terdampak bencana.
