News
Harga Emas di Pidie Melonjak, Warga Aceh Berburu Investasi Aman
1 hari yang lalu
Harga emas di Kabupaten Pidie, Aceh, melonjak pada pekan kedua Januari 2026. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik, membuat investor beralih ke emas sebagai aset aman. Harga emas 23 karat mencapai Rp 8.050.000 per mayam, sementara emas 20 karat dijual seharga Rp 7.050.000 per mayam.
Menurut Haji Jamal Abadi, pedagang emas di Kota Beureunuen, minat masyarakat untuk membeli emas meningkat meskipun harga terus naik. Sementara itu, warga yang menjual perhiasan emas juga mengalami kenaikan sekitar 50 persen.
Dampak Kenaikan Harga Emas
- Harga emas 23 karat: Rp 8.050.000 per mayam
- Harga emas 20 karat: Rp 7.050.000 per mayam
- Emas Antam masak lokal (99,5%): Dibeli Rp 2.479.000 per gram, dijual Rp 2.453.000 per gram
- Emas logam mulia (99,99%): Dibeli Rp 2.508.000 per gram, dijual Rp 2.483.000 per gram
Kenaikan harga emas ini mencerminkan tren global di mana investor mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Warga Aceh mulai mempertimbangkan emas sebagai investasi jangka panjang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Minat Masyarakat
- Minat membeli emas meningkat meskipun harga naik
- Penjualan perhiasan emas oleh warga meningkat sekitar 50 persen
- Emas dianggap sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global
Dengan kondisi ini, warga Aceh diharapkan dapat memanfaatkan peluang investasi emas dengan bijak, sambil mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekonomi lokal dan stabilitas keuangan keluarga.
Rekomendasi untuk Warga Aceh
- Pertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio investasi
- Pantau perkembangan harga emas secara berkala
- Konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum membuat keputusan investasi besar
Kenaikan harga emas ini tidak hanya mempengaruhi pasar lokal di Pidie, tetapi juga mencerminkan tren global yang dapat berdampak pada ekonomi Aceh secara keseluruhan. Warga diharapkan untuk tetap waspada dan bijak dalam mengambil keputusan investasi.
