News
Museum Tsunami Aceh Catat 290 Ribu Pengunjung, Setor Rp 1,73 Miliar ke PAD
6 jam yang lalu
Museum Tsunami Aceh mencatat capaian positif sepanjang 2025 dengan jumlah pengunjung mencapai 290.968 orang. Kontribusi museum terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh juga signifikan, dengan setoran sebesar Rp 1,73 miliar. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata edukasi sejarah kebencanaan di Aceh.
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, menyatakan bahwa wisatawan nusantara mendominasi dengan jumlah 268.933 orang, sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 22.035 orang. Puncak kunjungan terjadi pada April 2025 dengan total 47.436 pengunjung, diikuti oleh Januari dengan 36.957 pengunjung.
Kontribusi dan Dampak
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): Museum Tsunami Aceh menyetorkan Rp 1,73 miliar ke PAD Aceh sepanjang 2025.
- Edukasi Kebencanaan: Museum berfungsi sebagai pusat edukasi kebencanaan dan mitigasi bencana.
- Antusiasme Pengunjung: Meskipun tantangan alam sempat melanda di pengujung tahun, antusiasme pengunjung tidak surut.
Harapan ke Depan
Syahputra berharap bahwa tahun 2026 menjadi momentum untuk peningkatan kualitas layanan, penguatan program edukasi, serta memperkokoh peran Museum Tsunami Aceh sebagai pusat pembelajaran kebencanaan. Ia juga mengajak wisatawan domestik dan mancanegara untuk menjadi bagian dari perjalanan museum dan meningkatkan kesadaran terhadap bencana.
Dengan kontribusi yang signifikan terhadap PAD dan peran penting dalam edukasi kebencanaan, Museum Tsunami Aceh terus menjadi ikon wisata edukasi yang relevan bagi masyarakat Aceh dan wisatawan dari berbagai daerah.
Data Kunjungan
- Total Pengunjung: 290.968 orang
- Wisatawan Nusantara: 268.933 orang
- Wisatawan Mancanegara: 22.035 orang
- Pengunjung Dewasa: 179.043 orang
- Pengunjung Anak-anak: 89.890 orang
- Puncak Kunjungan: April 2025 dengan 47.436 pengunjung
Museum Tsunami Aceh tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat pembelajaran yang penting bagi masyarakat Aceh dan wisatawan untuk memahami sejarah dan mitigasi bencana.
