News
Pemkab Nagan Raya Siapkan Lahan Relokasi untuk Korban Banjir Bandang
26 Desember 2025 09:10
Nagan Raya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya telah menyiapkan lahan relokasi seluas 21 hektare untuk pembangunan kembali 563 rumah yang hancur akibat banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), menyatakan bahwa pemukiman penduduk di Beutong Ateuh mengalami kerusakan parah hingga 80 persen, sehingga relokasi menjadi solusi terbaik.
Selain untuk Beutong Ateuh, Pemkab juga telah mengusulkan ke pusat anggaran untuk rehabilitasi rumah yang rusak sedang dan ringan di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur. TRK berharap agar usulan ini dapat diakomodir sehingga korban banjir dapat kembali menata kehidupannya.
Relokasi dan Rehabilitasi Rumah
-
Lahan Relokasi: Pemkab Nagan Raya telah menyiapkan lahan seluas 21 hektare untuk relokasi rumah yang hancur di Beutong Ateuh Banggalang.
-
Kerusakan Parah: Pemukiman penduduk di Beutong Ateuh mengalami kerusakan hingga 80 persen, sehingga relokasi menjadi kebutuhan mendesak.
-
Usulan ke Pusat: Pemkab telah mengusulkan ke pusat untuk anggaran rehabilitasi rumah yang rusak di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.
Pembangunan Sekolah Darurat
-
Sekolah Hancur: Dua sekolah di Beutong Ateuh, yaitu SD dan SMP, hancur akibat banjir bandang.
-
Sekolah Darurat: Pemkab berencana membangun dua sekolah darurat menggunakan kayu bekas banjir sebagai bahan utama.
-
Bahan dan Perlengkapan: Bahan yang diperlukan untuk sekolah darurat telah dicatat, dan seragam serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak di Beutong Ateuh sudah disalurkan pada pekan lalu.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
-
Harapan Bupati: TRK berharap agar usulan pembangunan rumah dan sekolah darurat dapat segera diakomodir oleh pusat.
-
Langkah Selanjutnya: Pemkab akan terus memantau dan mengevaluasi kebutuhan korban banjir untuk memastikan bahwa semua kebutuhan terpenuhi.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Nagan Raya berkomitmen untuk membantu korban banjir bandang dalam memulihkan kehidupan mereka dan membangun kembali infrastruktur yang hancur.
