News
Nelayan Pidie Meninggal Terdampar di Pantai Sigli Setelah Terjatuh dari Boat
05 Januari 2026 19:21
Nelayan asal Gampong Gong, Pidie, Muhammad Irfan (23), ditemukan meninggal setelah terjatuh dari boat dompeng di Kuala Gigieng. Jasadnya terdampar di Pantai Gampong Benteng, Sigli, pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.28 WIB. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polisi, dan warga setempat langsung melakukan pencarian setelah mendapatkan laporan kehilangan. Jasad korban dievakuasi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk proses visum sebelum dibawa ke rumah duka untuk pelaksanaan fardhu kifayah.
Kronologi Kejadian
- Muhammad Irfan bersama dua rekannya, Alkindi (23) dan M Maliki (22), sedang mencari ikan menggunakan boat dompeng.
- Saat memasuki Kuala Gigieng, boat yang ditumpangi kandas dan oleng akibat hantaman ombak.
- Muhammad Irfan terjatuh ke laut dan hilang ditelan gelombang dalam hitungan menit.
- Kedua rekannya berusaha menolong, namun ombak lebih cepat menarik tubuh korban.
Upaya Penyelamatan
- Tim SAR Pidie, Basarnas Banda Aceh, TNI AL, BPBD Pidie, Pol Airud Sigli, dan warga setempat terlibat dalam pencarian.
- Pencarian dilakukan dengan menyisir lautan luas, terutama di lokasi kejadian.
- Jasad ditemukan oleh warga di bibir pantai Gampong Benteng dan segera dievakuasi.
Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan nelayan tradisional di perairan Aceh, terutama dalam menghadapi kondisi laut yang tidak menentu. Keluarga dan warga setempat berduka atas kepergian Muhammad Irfan dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dampak Sosial
- Keluarga korban kehilangan sumber penghasilan utama.
- Warga setempat meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas melaut.
- Pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian lebih pada keselamatan nelayan tradisional.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk meningkatkan keselamatan nelayan dan mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Fakta Penting
- Jasad ditemukan sekitar 24 jam setelah kejadian.
- Tim SAR gabungan terdiri dari 26 orang.
- Korban adalah nelayan tradisional yang mencari ikan untuk penghidupan keluarga.
