News
17 Ton Bantuan Malaysia untuk Korban Banjir Aceh Utara dan Aceh Timur
04 Januari 2026 09:50
Banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak berat bagi warga di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan setelah kehilangan harta benda dan tempat tinggal. Dalam situasi ini, bantuan kemanusiaan menjadi sangat vital untuk meringankan beban mereka.
Cancer Survivors Malaysia (CSM), sebuah NGO dari Malaysia, menyalurkan 17 ton bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh. Bantuan ini didistribusikan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh dan melibatkan berbagai pihak seperti PKK Aceh, PMI, dan Hipakad. Bantuan berupa sembako, pakaian, dan obat-obatan diharapkan dapat membantu korban menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.
Jenis Bantuan yang Diberikan
- Sembako: Beras, tepung, kecap, air mineral, mi instan, makanan kering, minyak goreng
- Pakaian: Mukena, jilbab, pakaian dalam wanita, kaos
- Perlengkapan Lain: Sikat gigi dan odol, susu bayi, tikar
- Obat-obatan: Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar
Pendistribusian Bantuan
- Daerah Terparah: Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang
- Pihak Terlibat: Kadin Aceh, PKK Aceh, PMI, Hipakad, AMPI Aceh, dan KBPP Polri
- Tahap Pendistribusian: Tahap ketiga dalam masa tanggap darurat pasca-bencana
Ucapan Terima Kasih
Presiden CSM, Zuraini Kamal, menyampaikan bahwa masyarakat Malaysia sangat bersedih atas musibah yang menimpa rakyat Aceh. Ia berharap bantuan ini dapat membawa sedikit kegembiraan bagi korban, terutama menjelang bulan Ramadhan. Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat yang telah dilakukan sejak banjir bandang melanda Aceh. Kadin Aceh telah menyalurkan bantuan ke berbagai daerah terdampak, termasuk Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Timur. Kerja sama dengan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan membantu korban bangkit dari musibah.
