News
Dudung Abdurachman Tekankan Keutuhan Nasional di Ngopi Kebangsaan Aceh
6 hari yang lalu
Jenderal TNI (Purn) Prof. Dudung Abdurachman, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Pesan ini disampaikan dalam acara Ngopi Kebangsaan bersama Alumni Lemhannas Aceh di Banda Aceh, Jumat, 9 Januari 2026.
Dudung mengapresiasi konsistensi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (DPD IKAL) Aceh dalam membangun ruang dialog kebangsaan. Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan.
Poin-Poin Penting
- Dudung Abdurachman menekankan pentingnya menjaga keutuhan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
- Ngopi Kebangsaan menjadi ikon organisasi DPD IKAL Aceh dalam membangun ruang dialog kebangsaan.
- Dudung mengapresiasi nasionalisme masyarakat Aceh dan optimistis Aceh akan terus berkembang di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
- Dudung menyumbangkan 100 unit Starling untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
- Kegiatan sosial sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana.
Dudung juga menyoroti fenomena sosial di dalam negeri, khususnya budaya saling menghujat dan menjelekkan pimpinan di ruang publik. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap sejarah, tujuan, dan cita-cita luhur bangsa untuk menghindari perpecahan di tengah masyarakat.
Kehadiran Dudung ke Aceh dirangkai dengan kegiatan sosial sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan warga, Dudung turut menyumbangkan 100 unit Starling yang diserahkan secara simbolis di Kabupaten Pidie Jaya dan Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Ketua DPD IKAL Lemhannas RI Aceh, Prof. Syahrizal Abbas, mengapresiasi kunjungan Dudung beserta rombongan. Ia menyebut Ngopi Kebangsaan sebagai agenda rutin Alumni Lemhannas Aceh dalam merespons isu-isu kebangsaan dan kemasyarakatan.
Dari diskusi dan perbincangan ini, lahir pokok-pokok pikiran dan solusi yang dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
