Om Sol kembali terpilih sebagai ketua WALHI Aceh untuk periode 2026–2030 dalam rapat aklamasi di Sabang, 29 April 2026. Ia menggambarkan krisis ekologis di Aceh bukan lagi ancaman masa depan tetapi kenyataan hari ini, menyorot kehilangan tutupan hutan dan meningkatkan investasi ekstraktif.
Ia menuntut kerja kolektif, adaptif, dan kolaboratif untuk menahan dominasi korporasi, memulihkan tanah adat, hutan, dan laut, sekaligus membangun ekonomi kerakyatan sebagai alternatif terhadap model kapitalis yang menimbulkan ketimpangan dan kerusakan lingkungan.
Tantangan Lingkungan dan Sosial di Aceh
- WALHI Aceh telah aktif dalam advokasi penyelamatan hutan dan konflik tenurial sejak 2021–2025.
- Investasi ekstraktif yang semakin membesar mengubah hutan menjadi konsesi, menyungai menjadi keruh oleh limbah, dan mengalihkan tanah adat atas nama pembangunan.
- Om Sol menekankan perlu mencabut izin yang cacat, melakukan audit total dampak lingkungan, dan menghentikan perluasan konsesi di wilayah kelola rakyat.
- Model ekonomi kerakyatan ditawarkan sebagai narasi tanding untuk mengganti sistem kapitalis yang menimbulkan ketimpangan dan krisis ekologis.
- Untuk masa depan, WALHI Aceh berkomitmen bekerja bersama rakyat untuk mengembalikan kedaulatan atas ruang hidup dan mencegah korban pembangunan ekstraktif.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita1.354 KK Langsa Terima Bantuan Banjir, Proses Tahap Dua Masih Berlangsung
“Penyaluran bantuan banjir saat ini terus kami upayakan sebaik mungkin melalui pendataan yang maksimal,” ujar Jeffry di hadapan massa demonstran.
Warga Aceh Utara Khawatir Tetapi Tenang Menerima DTH","PublicImpact":80,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":60,"Education":55,"FinalScore":78,"Summary":"Pemerintah Aceh Utara멤방
Sebanyak 1.620 Kepala Keluarga (KK) penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara menerima dana tunggu hunian (DTH) seraya menunggu pembang
:null? Wait we need correct key names. The schema: { "Title": "Judul berita", "PublicImpact": number, "Credibility": number, "Urgency": number, "Evidence": number, "LongTermV
Kasus yang awalnya hanya menyeret satu orang ini kini berkembang usai penyidik menemukan bukti baru yang mengungkap keterlibatan pengasuh lain.
Warga Aceh Khawatir: Kekerasan Daycare Berisiko Timbulkan PTSD pada Anak
Dalam kajian psikologi perkembangan, Dr Wahyu juga menyinggung pentingnya hubungan kelekatan (attachment) antara anak dan pengasuh.

![:null}]}? Wait need proper JSON. Let's construct properly. Output: {](https://storage.timelineaceh.com/news/large/jto5_RT0Iro0bl3Fk1Y0r.webp)
Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.