News
Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen Mulai Dibangun, Warga Diharap Jaga Jembatan Bailey
08 Januari 2026 14:46
Pembangunan jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen, mulai dikerjakan setelah jembatan sebelumnya ambruk akibat banjir bandang pada akhir November tahun lalu. Proyek ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan kontraktor lokal, dengan target penyelesaian dalam delapan bulan.
Jembatan baru ini diharapkan dapat memperbaiki aksesibilitas dan keamanan transportasi bagi warga setempat. Sementara itu, masyarakat diminta untuk menjaga dan merawat jembatan bailey yang digunakan sebagai alternatif sementara.
Detail Proyek
- Pemasangan pancang permanen akan dimulai pada 20 Januari 2026 di sisi hilir jembatan.
- Waktu pengerjaan diperkirakan delapan bulan jika tidak ada kendala.
- Kontraktor utama: BUMN PT Adhi Karya dan kontraktor lokal PT Krueng Meuh.
Harapan dan Dukungan
- Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PU atas bantuan cepat dalam pembangunan jembatan.
- Pemerintah daerah akan segera melakukan pembebasan lahan dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat.
- Masyarakat diharapkan mematuhi aturan kapasitas muatan jembatan bailey untuk menjaga keamanan.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan keamanan transportasi di Bireuen, serta mendukung perekonomian lokal pasca-bencana banjir.
Dampak Jangka Panjang
- Meningkatkan aksesibilitas bagi warga dan UMKM di sekitar Krueng Tingkeum.
- Mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jembatan yang tidak stabil.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperlancar distribusi barang dan jasa.
Dengan adanya jembatan permanen ini, diharapkan kehidupan masyarakat Bireuen dapat kembali normal dan lebih aman dari ancaman banjir di masa depan.
Keterlibatan Masyarakat
- Masyarakat diimbau untuk mendukung proses pembangunan dengan menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi proyek.
- Pemda Bireuen akan terus berkoordinasi dengan warga untuk memastikan kelancaran proyek.
Proyek ini merupakan salah satu upaya pemulihan pasca-bencana yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh.
