News
Abrasi Sungai Ancam 10 Rumah Warga Blang Mee Pasca Banjir Bireuen
7 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, pada akhir November 2025 meninggalkan dampak yang terus berlanjut. Abrasi sungai kini mengancam rumah warga, dengan sedikitnya 10 rumah hilang terseret arus dan empat rumah lainnya rusak parah. Warga khawatir abrasi akan terus meluas dan meminta pemerintah segera bertindak.
M Jafar, salah satu warga Blang Mee, mengungkapkan bahwa abrasi terus terjadi meskipun hujan hanya sedikit. Jarak antara permukaan sungai dengan rumah warga yang dulunya sekitar 20 meter kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 2 meter. Banyak rumah sudah dikosongkan karena pemiliknya khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk ke sungai.
Dampak Banjir dan Abrasi
- 10 rumah hilang terseret arus dan 4 rumah rusak parah
- 60 persen rumah masih tertimbun endapan lumpur
- Jarak sungai dengan rumah menyusut dari 20 meter menjadi 2 meter
- Aktivitas warga belum sepenuhnya pulih
Kondisi Geografis dan Ancaman
- Desa Blang Mee berbatasan langsung dengan Krueng Peusangan di sebelah barat
- Aliran sungai kini bergeser ke arah barat, memperparah ancaman abrasi
- Bendungan karet yang sebelumnya berada di tepi sungai kini tampak seperti pulau di tengah aliran air
Harapan Warga
Warga Desa Blang Mee berharap pemerintah segera membangun tebing penahan sungai untuk mencegah abrasi yang terus meluas. Tanpa penanganan segera, bukan hanya rumah warga yang terancam, tetapi juga keselamatan mereka yang masih bertahan di desa.
Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat letak geografis desa yang rentan terhadap luapan sungai dan abrasi. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan keselamatan warga.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan pasca bencana terhambat
- Kehidupan sosial dan ekonomi warga terganggu
- Potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas
Warga Blang Mee terus berjuang untuk memulihkan kehidupan mereka pasca banjir, sementara ancaman abrasi sungai terus menghantui. Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan keselamatan mereka.
