News
Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon 4% untuk Warga Aceh Timur Pasca Banjir
01 Januari 2026 14:13
Pasca banjir bandang yang melanda Aceh Timur, Pertamina Patra Niaga menambah kuota gas LPG 3 kilogram atau gas melon sebanyak 4 persen. Penambahan ini bertujuan memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kelangkaan serta memastikan warga tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dapur mereka. Berdasarkan data yang dihimpun, kuota normal gas melon di Aceh Timur sekitar 11.700 tabung per hari, sementara saat ini menjadi 12.300 tabung per hari.
Penambahan Pasokan Gas Melon
- Kuota normal: 11.700 tabung per hari
- Kuota saat ini: 12.300 tabung per hari
- Penambahan: 4 persen
Staf SDM Pertamina Patra Niaga, Krisna Dewangga, mengonfirmasi bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap situasi darurat yang menimpa warga. "Penambahan kuota ini kami lakukan agar masyarakat tidak kesulitan mencari gas LPG untuk kebutuhan pokoknya, terutama bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah bencana banjir," ujar Krisna.
Dampak dan Harapan
Dengan adanya tambahan stok ini, diharapkan harga di tingkat pangkalan tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan distribusi tetap tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. Pertamina juga terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan rantai pasok dari SPBE hingga ke pangkalan berjalan tanpa kendala teknis.
Stabilitas Pasokan
- Harga: Diharapkan tetap stabil sesuai HET
- Distribusi: Tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak
- Pemantauan: Pertamina terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu warga Aceh Timur dalam pemulihan pasca bencana banjir, serta memastikan kebutuhan energi mereka terpenuhi dengan baik.
Kesimpulan
Penambahan pasokan gas melon oleh Pertamina Patra Niaga merupakan langkah penting dalam mendukung pemulihan pasca bencana di Aceh Timur. Dengan kuota yang meningkat, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan dapur mereka tanpa khawatir akan kelangkaan gas.
