Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

500 Hektar Sawah di Pidie Terkubur Lumpur, Petani Terancam Terlambat Tanam

02 Januari 2026 14:35

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie pada November 2025 meninggalkan dampak panjang bagi petani setempat. Sekitar 500 hektar sawah di beberapa kecamatan, termasuk Kembang Tanjong, Mutiara Timur, dan Mutiara, tertimbun lumpur setinggi 40 cm hingga 1 meter. Lumpur yang mengandung pasir ini tidak hanya menghambat penanaman padi, tetapi juga berisiko merusak tanaman jika tidak segera dibersihkan.

Petani di Pidie kini menghadapi keterlambatan menanam padi pada masa tanam rendengan. Sementara itu, sawah di kecamatan yang tidak terdampak banjir, seperti Glumpang Baro dan Glumpang Tiga, sudah mulai ditanami dengan umur tanaman mencapai 20 hari hingga satu bulan. Pembersihan lumpur akan segera dilakukan oleh Kementerian Pertanian pada Januari 2026, namun proses ini diperumit oleh hilangnya batas sawah yang tertimbun lumpur.

Dampak Banjir terhadap Pertanian

  • 500 hektar sawah di Pidie tertimbun lumpur banjir.
  • Lumpur mengandung pasir yang berisiko merusak tanaman padi.
  • Petani terancam terlambat menanam padi pada masa tanam rendengan.
  • Pembersihan lumpur akan dilakukan oleh kontraktor Kementerian Pertanian.
  • Batas sawah yang hilang menambah kompleksitas pembersihan.

Tantangan dan Solusi

Pembersihan lumpur tidak hanya memerlukan waktu dan biaya, tetapi juga koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengatasi hilangnya batas sawah. Selain itu, dampak jangka panjang dari banjir ini dapat mengancam ketahanan pangan lokal dan ekonomi petani di Pidie. Upaya pemulihan yang cepat dan efektif sangat diperlukan untuk meminimalkan kerugian yang lebih besar.

Dampak Jangka Panjang

  • Kerugian ekonomi bagi petani akibat keterlambatan tanam.
  • Potensi krisis pangan lokal jika penanaman padi terhambat.
  • Perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan BPN untuk pemulihan sawah.
  • Pentingnya mitigasi bencana untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan.

Dengan kondisi ini, petani di Pidie berharap pemulihan sawah dapat segera dilakukan agar mereka dapat kembali menanam padi dan memulihkan kehidupan ekonomi mereka.

500 Hektar Sawah di Pidie Terkubur Lumpur, Petani Terancam Terlambat Tanam
0123456789