News
Pembersihan Lumpur Banjir Aceh Masih Berat, 39 Lokasi Belum Tuntas
8 jam yang lalu
Pemerintah mengakui bahwa proses pembersihan lumpur sisa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh belum sepenuhnya tuntas. Kepala Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyebut pekerjaan tersebut tergolong sulit meski penanganan terus dilakukan.
Upaya pembersihan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, relawan, dan masyarakat melalui program padat karya atau cash for work. Contohnya, di Kabupaten Pidie Jaya, kegiatan ini difokuskan di Kecamatan Meurah Dua, seperti di Desa Blang Cut dan Desa Meunasah Raya. Selain itu, upaya serupa juga dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang dengan mengerahkan ratusan Praja IPDN.
Progres Pembersihan
- Progres pembersihan lumpur sisa banjir di Aceh mencapai 92% berdasarkan data Posko Satgas PRR per 6 April 2026.
- 480 lokasi sudah selesai dibersihkan, sementara 39 lokasi masih dalam proses.
- Wilayah vital sudah dibersihkan, namun beberapa daerah seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang masih menghadapi kendala berat.
Partisipasi Masyarakat
- Pemerintah mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembersihan, khususnya bagi warga yang menerima bantuan rehabilitasi rumah rusak ringan dan sedang.
- Masyarakat diminta untuk membersihkan dalam rumahnya dan menaruh material lumpur di luar rumah agar bisa dibersihkan oleh petugas.
Kendala dan Upaya
- Safrizal menyebut, Satgas PRR Aceh telah bekerja selama delapan hari terakhir di wilayah Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
- Hasilnya bervariasi, dengan sejumlah lokasi menunjukkan progres signifikan, sementara daerah lain masih menghadapi kendala berat.
