News
781 Huntara untuk Korban Banjir Aceh Tengah, Anggaran Rp 15,6 Miliar
10 jam yang lalu
Pemerintah Aceh Tengah bersama BNPB mulai membangun 781 Hunian Sementara (Huntara) untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 15,6 miliar, dengan target penyelesaian akhir Januari 2025.
Pembangunan Huntara tersebar di enam titik di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Ketol dan Linge. Huntara ini ditujukan untuk warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
Detail Pembangunan Huntara
- Kecamatan Ketol: Terdapat tiga titik lokasi pembangunan di lingkungan Pasar Ketol dan Desa Serempah (128 Huntara), lapangan bola Desa Jalan Tengah (89 Huntara), dan Desa Kala Ketol (35 Huntara).
- Kecamatan Linge: Terdapat tiga titik lokasi di Desa Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat dan Reje Payung (361 Huntara), Desa Penarun (71 Huntara), dan Desa Umang (97 Huntara).
Anggaran dan Pelaksana
- Anggaran untuk membangun Huntara berasal dari BNPB dan dikerjakan oleh pihak ketiga.
- Perkim Aceh Tengah berperan pada bagian teknis.
- Penawaran untuk satu blok Huntara yang terdiri dari lima bilik adalah Rp 100 juta.
Perusahaan Pelaksana
- CV Tri Satria Mandiri
- CV Tanoga Sinar Nusantara
- CV Bur ni Vevilon
- CV Qale Mandiri
Pembangunan Huntara di Kecamatan Ketol diperkirakan selesai pada akhir Januari 2025, sementara kecamatan lain masih menunggu penentuan titik lokasi.
Dampak Jangka Panjang
- Huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal sementara bagi korban bencana.
- Pembangunan ini juga diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh Tengah pasca-bencana.
Nilai Edukasi
- Masyarakat Aceh Tengah dapat memahami proses pembangunan Huntara dan peran pemerintah dalam penanggulangan bencana.
- Informasi ini juga dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghadapi bencana serupa.
Dengan adanya Huntara, diharapkan korban bencana dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sementara menunggu pemulihan kondisi rumah mereka.
Kesimpulan
Pembangunan 781 Huntara di Aceh Tengah merupakan langkah penting dalam penanggulangan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat. Dengan anggaran yang cukup besar dan kerjasama antara pemerintah dan pihak ketiga, diharapkan pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi korban bencana.
