News
2.116 Jiwa Korban Banjir Bener Meriah Belum Dapat Huntara, Pemerintah Proses 914 Unit
9 jam yang lalu
Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah meninggalkan 2.116 jiwa pengungsi yang hingga kini belum mendapatkan hunian sementara (Huntara). Pemerintah daerah berencana membangun 914 unit Huntara, namun prosesnya terhambat karena lokasi yang belum final. Warga meminta agar pembangunan Huntara tidak terlalu jauh dari tempat tinggal lama dan lahan perkebunan.
Sementara itu, pemerintah terus menyediakan dapur umum dan menyuplai kebutuhan sembako untuk pengungsi. Bantuan juga datang dari donatur dan relawan setempat. Berdasarkan data sementara, rumah dengan kategori rusak berat mencapai 831 unit, rusak sedang 186 unit, dan rusak ringan 371 unit.
Kondisi Pengungsi dan Bantuan
- 2.116 jiwa pengungsi belum mendapatkan Huntara.
- Pemerintah berencana membangun 914 unit Huntara, namun lokasi belum final.
- Dapur umum dan bantuan sembako terus disalurkan.
- Rumah rusak berat mencapai 831 unit, rusak sedang 186 unit, dan rusak ringan 371 unit.
Proses Pembangunan Huntara
- Lokasi pembangunan Huntara belum final karena permintaan warga.
- Warga meminta agar Huntara tidak terlalu jauh dari tempat tinggal lama dan lahan perkebunan.
- Pemerintah daerah terus bekerja secara optimal untuk memulihkan kondisi daerah.
Dampak Banjir dan Longsor
- Banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga.
- Sebanyak 831 unit rumah mengalami kerusakan berat.
- Pemerintah dan relawan terus memberikan bantuan kepada pengungsi.
Pemerintah daerah berharap agar lokasi pembangunan Huntara segera final dan kondisi daerah segera pulih. Bantuan dari berbagai pihak terus mengalir untuk membantu pengungsi dan memulihkan kondisi daerah pasca-bencana.
Harapan Pemulihan
- Pemerintah daerah terus bekerja untuk memulihkan kondisi daerah.
- Bantuan dari donatur dan relawan terus mengalir.
- Diharapkan kondisi daerah segera pulih dan pengungsi dapat kembali ke rumah mereka.
Dengan kondisi yang masih belum stabil, pemerintah dan masyarakat terus berupaya untuk memulihkan kondisi daerah dan membantu pengungsi yang terdampak banjir dan longsor.
