News
Pemerintah Rehabilitasi Sawah, Tambak, dan Pasar di Aceh Tamiang Tahun Ini
6 hari yang lalu
Pemerintah Indonesia berjanji untuk merehabilitasi pasar rakyat, lahan pertanian, dan tambak perikanan di Kabupaten Aceh Tamiang tahun ini. Program ini bertujuan memulihkan aktivitas ekonomi dan pangan yang terdampak bencana alam. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa rehabilitasi akan mencakup 8.000 hektare sawah dan sebagian besar tambak di Aceh Tamiang.
Selain rehabilitasi, pemerintah juga memberikan keringanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang yang terdampak bencana. Pasokan bahan pokok di Aceh Tamiang dijaga untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi.
Dampak Bencana dan Upaya Pemulihan
- 8.000 hektare sawah di Aceh Tamiang akan direhabilitasi.
- Sebagian besar tambak di Aceh Tamiang masuk dalam program rehabilitasi.
- Keringanan KUR diberikan kepada pedagang terdampak bencana.
- Pasokan bahan pokok dijaga untuk stabilitas harga.
Koordinasi Lintas Kementerian
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau Pasar Pagi Kota Kualasimpang.
- Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pasokan bahan pokok terkendali.
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut serta dalam kunjungan.
Harapan Pemulihan Ekonomi
Pemerintah berharap pembangunan hunian sementara dapat rampung hingga akhir bulan. Program rehabilitasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Aceh Tamiang pascabencana.
Stabilitas Pasokan
Pasokan bahan pokok di Aceh Tamiang dijaga untuk mencegah lonjakan harga. Distributor siap menyalurkan barang ke gerai-gerai untuk menjaga kelancaran distribusi.
Keringanan KUR
Pedagang yang memiliki KUR dan kehilangan barang dagangan akibat bencana akan dibebaskan dari kewajiban kredit, sesuai kebijakan yang telah diumumkan Presiden.
Komitmen Pemerintah
Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan rehabilitasi sawah, tambak, dan pasar di Aceh Tamiang tahun ini. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memulihkan rantai pasok pangan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
