News
Pemerintah Janjikan Rehabilitasi Pasar, Tambak, dan Sawah Aceh Tahun Ini
6 hari yang lalu
Pemerintah Republik Indonesia berjanji untuk merehabilitasi pasar, tambak, dan sawah di Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan pangan masyarakat Aceh pascabencana.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa tahun ini pemerintah akan fokus pada rehabilitasi 112 pasar, lebih dari 30 ribu tambak, dan 70 ribu hektare sawah di Aceh. Khusus di Aceh Tamiang, 32 pasar, seluruh tambak, dan 8.000 hektare sawah akan diperbaiki secara menyeluruh.
Dampak Bencana
- 112 pasar di Aceh mengalami kerusakan berat.
- 30 ribu tambak terdampak banjir, dengan Aceh Tamiang sebagai daerah paling terdampak.
- 70 ribu hektare sawah mengalami kerusakan, dengan 8.000 hektare di Aceh Tamiang.
Langkah Pemulihan
- Pemerintah akan merehabilitasi pasar, tambak, dan sawah secara bertahap mulai tahun ini.
- Prioritas utama adalah pemulihan sawah untuk memastikan produksi pangan masyarakat kembali normal.
- Pasokan kebutuhan pokok akan tetap terjaga dengan koordinasi antara pemerintah dan distributor.
Harapan Pemerintah
Pemerintah berharap langkah rehabilitasi ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh, khususnya di daerah-daerah yang terdampak langsung oleh banjir bandang dan tanah longsor. Selain itu, pembangunan hunian sementara untuk warga terdampak diharapkan rampung dalam waktu dekat sebelum pembangunan hunian permanen dilakukan.
Dengan adanya janji rehabilitasi ini, diharapkan masyarakat Aceh dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti biasa, serta memulihkan perekonomian yang terdampak oleh bencana alam tersebut.
Pemerintah juga memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok akan tetap stabil dan harga terjangkau bagi masyarakat Aceh. Koordinasi dengan distributor telah dilakukan untuk memastikan pasokan barang terus mengalir ke daerah-daerah terdampak.
Dengan demikian, langkah rehabilitasi yang dijanjikan pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam pemulihan ekonomi dan pangan pascabencana.
