News
Pemerintah Salurkan Rp 17 Miliar Per Hari untuk Makan Bergizi Gratis di Aceh
10 jam yang lalu
Pemerintah mengucurkan anggaran sekitar Rp 17 miliar per hari untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh. Program ini melibatkan 1,7 juta penerima manfaat dan bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi balita, ibu hamil, dan anak sekolah guna menekan stunting dan malnutrisi.
Anggaran besar ini diharapkan tidak hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, dan peternak sebagai pemasok bahan baku makanan.
Manfaat Program MBG
- Anggaran besar: Rp 17 miliar per hari untuk Aceh
- Penerima manfaat: 1,7 juta orang
- Tujuan: Tekan stunting dan malnutrisi
- Dampak ekonomi: Penyerapan tenaga kerja dan penguatan UMKM
Dukungan dari Kapolda Aceh
Kapolda Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap program ini karena manfaatnya yang luas, termasuk penyerapan tenaga kerja serta penguatan UKM dan UMKM. Program ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh.
Pentingnya Rantai Pasok Lokal
Satgas diminta memperkuat rantai pasok lokal agar anggaran negara yang dikucurkan melalui program MBG benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Ini penting supaya uang negara benar-benar berputar di daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Aceh.
Harapan untuk Masa Depan
Program MBG diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif menuju Indonesia Emas 2045. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Aceh.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis di Aceh merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan anggaran besar yang dikucurkan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.
Catatan
Program ini melibatkan 553 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh dan diharapkan dapat berjalan dengan baik dengan dukungan dari berbagai pihak.
