News
2.615 hektare sawah Aceh Barat rusak akibat banjir bandang, petani harap bantuan Kementan
1 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Barat pada Rabu, 26 November 2025, menyebabkan kerusakan luas pada lahan sawah petani. Pemerintah setempat melaporkan bahwa 2.615 hektare sawah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga berat. Usia tanaman padi yang rusak berkisar antara 7 hingga 20 hari, menambah kekhawatiran petani akan gagal panen.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah mengirimkan data kerusakan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk meminta bantuan. Bantuan yang diharapkan mencakup penanganan lahan yang terendam lumpur, perbaikan saluran irigasi, dan penyediaan benih padi untuk penanaman kembali.
Dampak Banjir Bandang
- 2.615 hektare sawah di Aceh Barat rusak akibat banjir bandang.
- Usia tanaman padi yang rusak berkisar antara 7 hingga 20 hari.
- Kerusakan lahan bervariasi dari ringan hingga berat.
Upaya Pemulihan
- Pemkab Aceh Barat telah melaporkan kerusakan ke Kementan.
- Bantuan yang diharapkan mencakup penanganan lahan, perbaikan irigasi, dan penyediaan benih padi.
- Warga petani berharap bantuan segera untuk memulihkan lahan pertanian mereka.
Wilayah Terdampak
- Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, Arongan Lambalek.
- Kecamatan Samatiga, Meureubo, Kaway XVI, dan Johan Pahlawan.
Dengan kerusakan yang luas, petani di Aceh Barat berharap bantuan dari pemerintah pusat dapat segera diberikan untuk memulihkan lahan pertanian mereka dan menghindari kerugian yang lebih besar. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat membantu petani kembali beraktivitas dan memastikan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Pemerintah setempat terus memantau kondisi lahan dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan bantuan segera tiba dan dapat dimanfaatkan oleh petani yang terdampak.
Dengan adanya bantuan yang diharapkan, petani di Aceh Barat berharap dapat segera memulihkan lahan pertanian mereka dan kembali beraktivitas seperti biasa. Upaya pemulihan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut dan mengurangi dampak negatif dari bencana alam yang terjadi.
