News
Pemkab Aceh Barat Percepat Jalan ke KAT Sikundo Sebelum Ramadhan
1 hari yang lalu
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya menyelesaikan pembangunan jalan menuju Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen. Jalan ini penting untuk mengakses 195 jiwa yang terisolasi akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Saat ini, bantuan logistik masih dikirim menggunakan helikopter karena akses jalan sepanjang lima kilometer rusak. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menargetkan pembangunan jalan selesai sebelum Ramadhan tahun ini.
Tantangan dan Solusi
- 57 kepala keluarga atau 195 jiwa terisolasi di KAT Sikundo.
- Akses jalan terputus akibat banjir bandang, menghambat distribusi bantuan makanan dan obat-obatan.
- Bantuan logistik dikirim via helikopter, termasuk 20 paket sembako BNPB dan bahan pokok lainnya.
- Pemerintah daerah tetap mempertahankan lokasi pembangunan jalan di tepi sungai yang sebelumnya kena bencana.
Dampak dan Harapan
- Kesulitan akses bantuan makanan dan obat-obatan bagi masyarakat Sikundo.
- Distribusi bantuan menggunakan helikopter telah dilakukan sebanyak tiga kali.
- Target penyelesaian jalan sebelum Ramadhan diharapkan dapat mengatasi isolasi dan memudahkan akses bantuan.
Pembangunan jalan ini menjadi prioritas untuk memastikan masyarakat KAT Sikundo dapat terhubung dengan wilayah lain dan menerima bantuan yang dibutuhkan.
Data Penting
- 195 jiwa terisolasi di KAT Sikundo.
- 5 kilometer jalan rusak akibat banjir bandang.
- 338 kilogram paket bantuan telah didistribusikan via helikopter.
- Target penyelesaian jalan: sebelum Ramadhan 2026.
Dengan selesainya pembangunan jalan, diharapkan masyarakat Sikundo dapat lebih mudah mengakses bantuan dan layanan dasar lainnya.
Upaya Pemerintah
- Pemerintah daerah terus fokus pada pembangunan jalan despite tantangan alam.
- Bantuan logistik terus dikirim via helikopter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Kerjasama dengan pemerintah pusat untuk distribusi bantuan via udara.
Pembangunan jalan ke KAT Sikundo menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat untuk terhubung dengan dunia luar dan menerima bantuan yang dibutuhkan.
