Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Rawa Singkil Jadi Laboratorium Alam: Ekowisata Burung Migran Berbasis Sains

4 hari yang lalu

Rawa Singkil di Kabupaten Aceh Singkil menjadi fokus pengembangan ekowisata burung migran berbasis sains. Kolaborasi antara Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan Universitas Syiah Kuala (PKGB USK) dan Konservasi Alam Aceh Singkil (KOAS) menandatangani perjanjian kerja sama untuk mewujudkan hal tersebut. Rawa Singkil merupakan bagian dari jalur migrasi burung Asia-Australasia, yang menjadi habitat penting bagi ribuan burung air dan burung rawa.

Founder KOAS, Dio Fahmizan, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan mengintegrasikan penelitian biodiversitas, pendidikan konservasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dukungan Pemkab Aceh Singkil sangat diperlukan untuk pengakuan kawasan sebagai zona ekowisata konservasi dan integrasi hasil riset ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Fokus Pengembangan Ekowisata

  • Penelitian Biodiversitas: PKGB USK dan KOAS akan melakukan pelatihan identifikasi dan pemantauan burung migran, serta pemetaan habitat menggunakan teknologi GPS dan SIG.
  • Pendidikan Konservasi: Penguatan kapasitas masyarakat sebagai pemandu ekowisata berbasis konservasi.
  • Infrastruktur Ramah Ekosistem: Pengembangan infrastruktur ringan yang mendukung ekowisata tanpa merusak lingkungan.

Dampak Jangka Panjang

  • Ekonomi Pengetahuan: Proyek ini diharapkan dapat menggeser paradigma dari eksploitasi lahan menuju ekonomi pengetahuan dan jasa ekosistem.
  • Destinasi Internasional: Rawa Singkil diproyeksikan menjadi laboratorium alam terbuka dan destinasi ekowisata ilmiah yang bernilai nasional dan internasional.

Dio menegaskan bahwa nilai strategis Rawa Singkil dalam jaringan migrasi global perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Melalui kemitraan dengan PKGB USK, basis data ekologis dan spasial yang kuat akan dibangun untuk mendukung pengembangan ekowisata burung berbasis bukti ilmiah.

Kepala PKGB USK, Prof Dr Abdullah, SPd, MSi, menyatakan bahwa universitas memegang peran strategis dalam memastikan model pembangunan di kawasan sensitif ekologis berjalan sesuai prinsip ilmu pengetahuan dan tata kelola lingkungan. Data yang dihasilkan dari riset ini tidak hanya untuk publikasi akademik, tetapi juga untuk memperkuat kebijakan daerah dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Rawa Singkil Jadi Laboratorium Alam: Ekowisata Burung Migran Berbasis Sains
0123456789