Kembalipolitik

Warga Banda Aceh khawatir daycare tanpa izin ditutup","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":75,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":79,"Summary":"Video CCTV yang menggug

Penulis

aceh.antaranews.com

Tanggal

29 Apr 2026

Warga Banda Aceh khawatir daycare tanpa izin ditutup","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":75,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":79,"Summary":"Video CCTV yang menggug

Video rekaman CCTV dari Daycare Baby Preneur di Banda Aceh menunjukkan seorang pekerja yang terlihat menyakiti balita berusia 18 bulan. Rekaman tersebut menyebar luas di media sosial dan menimbulkan khawatir luas среди orang tua serta masyarakat setempat.

Sebagai respons, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah mengumumkan penutupan operasional daycare tersebut dengan segera. Dinas DPMPTSP Konfirmasi bahwa daycare tidak memiliki izin operasional, sehingga kegiatan dilangsungkan melanggar peraturan setempat.

Langkah Pemerintah dan Investigasi

  • Video CCTV menunjukkan dugaan penganiayaan pada balita berusia 18 bulan.
  • Pemko Banda Aceh menutup segera Daycare Baby Preneur setelah video viral.
  • Terduga pelaku dengan inisial DS, berusia 24 tahun, ditangkap dan sedang diperiksa oleh Polresta Banda Aceh.
  • Dinas DPMPTSP Kota Banda Aceh pastikan daycare tersebut tidak memiliki izin operasional.
  • Pemerintah akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap semua daycare di Banda Aceh guna memastikan kepatuhan SOP dan standar perlindungan anak.
  • Masyarakat diminta meningkatkan waspadaan dan tidak menyebarluaskan konten yang dapat merusak psikologi anak.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.