News
Jalan Samadua-Tapaktuan Rusak Parah, HMI Desak BPJN Aceh Perbaiki Segera
30 Desember 2025 20:03
Kondisi jalan lintas nasional Samadua-Tapaktuan di Kabupaten Aceh Selatan kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berupa lubang yang membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Penambalan yang dilakukan sebelumnya dinilai belum maksimal karena aspal mudah terkelupas dan lubang kembali terbuka.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tapaktuan Haikal Qadri mendesak pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret. HMI meminta PPK 2.4 Satker II BPJN Aceh untuk melakukan penambalan ulang secara menyeluruh dan profesional, dengan memperhatikan standar teknis agar hasil perbaikan lebih tahan lama.
Kondisi Jalan yang Membahayakan
- Lubang besar di beberapa titik jalan Samadua-Tapaktuan.
- Penambalan sebelumnya tidak tahan lama karena dilakukan saat hujan.
- Permukaan jalan tidak rata dan rawan menimbulkan kecelakaan.
Desakan HMI
- Penambalan ulang secara menyeluruh dan profesional.
- Standar teknis harus diperhatikan untuk hasil yang tahan lama.
- Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Respon BPJN Aceh
- Proses penutupan lubang sedang dilakukan.
- Intensitas curah hujan tinggi dan mobilitas tinggi semenjak lintas Timur putus jalan.
- Jalan lintas Timur sudah lancar tapi dengan pembatasan tonase, sehingga sebagian angkutan tonase tinggi masih lewat dari Selatan.
HMI berharap BPJN Aceh segera merespons keluhan masyarakat sebelum kerusakan jalan semakin parah dan menimbulkan korban kecelakaan. Kondisi jalan yang rusak ini tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Selatan.
Dengan adanya desakan dari HMI dan perhatian dari BPJN Aceh, diharapkan perbaikan jalan dapat segera dilakukan dengan baik dan bertahan lama. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perbaikan infrastruktur.
Catatan: BPJN Aceh diminta untuk memperhatikan kondisi cuaca dan menggunakan material yang sesuai standar dalam proses perbaikan jalan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan dapat bertahan lama dan tidak membahayakan pengguna jalan.
