News
2,5 Juta Warga Aceh Terdampak Bencana, 643 Sekolah Rusak dan 669 Pesantren Terganggu
1 hari yang lalu
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025 telah meninggalkan dampak yang signifikan terhadap sektor pendidikan. Hampir dua bulan setelah bencana, 2,5 juta jiwa masih terdampak, dengan 155.193 jiwa atau 40.800 kepala keluarga masih mengungsi. Data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menunjukkan bahwa 643 sekolah dan 669 pesantren di Aceh mengalami kerusakan, mengganggu proses belajar mengajar.
Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jumlah murid yang terdampak secara keseluruhan di tiga provinsi, semua jenjang, mencapai 276.249 jiwa. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa 65 persen sekolah di Aceh siap untuk beroperasi pada 5 Januari 2026. Namun, pemulihan proses belajar mengajar menjadi normal tidak serta-merta terwujud karena ketersediaan prasarana dan sarana belajar, kesiapan fisik guru dan murid, serta kesiapan mental/psikososial masih menjadi tantangan.
Dampak Bencana terhadap Pendidikan
- 643 sekolah dan 669 pesantren di Aceh mengalami kerusakan, mengganggu proses belajar mengajar.
- 276.249 jiwa murid terdampak di tiga provinsi, termasuk Aceh.
- 155.193 jiwa atau 40.800 kepala keluarga masih mengungsi, termasuk guru dan murid.
- 65 persen sekolah di Aceh siap beroperasi, namun pemulihan proses belajar mengajar masih menghadapi tantangan.
Tantangan Pemulihan Pendidikan
- Ketersediaan prasarana dan sarana belajar yang belum memadai.
- Kesiapan fisik guru dan murid yang masih berada di pengungsian.
- Kesiapan mental/psikososial guru dan murid yang mengalami trauma bencana.
- Potensi perlambatan akademik dan putus sekolah akibat gangguan belajar.
Langkah Sinergis untuk Pemulihan
- Koordinasi intensif antara dinas pendidikan, cabang dinas, sekolah, LSM, sukarelawan, dan masyarakat.
- Pengadaan ruang kelas darurat dan perlengkapan proses belajar mengajar.
- Bimbingan psikososial untuk guru dan murid yang mengalami trauma.
- Program afirmasi bagi murid korban bencana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pemulihan pendidikan pascabencana memerlukan sinergi dan optimisme dari semua pihak. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan proses belajar mengajar dapat segera kembali normal dan murid dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan.
