News
Pemerintah Aceh Kirim Relawan ASN untuk Percepat Pemulihan Sekolah di Aceh Tamiang
02 Januari 2026 10:11
Pemerintah Aceh mengirim relawan ASN tahap dua ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Pengiriman relawan ini bertujuan agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang didukung oleh pengembalian Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,63 triliun dari pemerintah pusat.
Pemerintah pusat juga menyiapkan konsentrasi anggaran khusus sekitar Rp 60 triliun untuk pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Kebijakan ini menegaskan bahwa pemulihan bencana di Aceh dan Sumatera telah menjadi prioritas nasional sejak bencana terjadi.
Fokus Pemulihan Sekolah
- Relawan ASN tahap dua akan bertugas selama tiga hari, mulai 2-4 Januari 2026.
- Fokus utama kegiatan adalah membersihkan ruang kelas, lingkungan sekolah, dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya yang terdampak banjir.
- Setiap SKPA akan mengerahkan hingga 75 persen ASN yang dimiliki untuk terlibat langsung sebagai relawan.
Komitmen Pemerintah
- Pemerintah Aceh menyambut baik kebijakan pengembalian DAK dan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh tahun anggaran 2026.
- Kebijakan ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana.
- Pemerintah Aceh akan menunggu proses realisasi serta skema tindak lanjutnya secara resmi.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan fasilitas pendidikan diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk pada proses belajar mengajar.
- Kebijakan ini menunjukkan prioritas nasional dalam pemulihan Aceh pascabencana.
- Pemerintah Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi kebangkitan Aceh pascabencana.
Pemerintah Aceh juga terbuka terhadap kritik yang disampaikan publik, baik secara personal maupun kelembagaan. Kritik tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya perbaikan dalam penanganan bencana. "Insya Allah, semua masukan itu akan menjadi referensi untuk terus memperbaiki berbagai kendala dan kekurangan dalam proses pemulihan," ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.
