News
Pengibaran Simbol Politik di Tengah Bencana Aceh Ganggu Fokus Kemanusiaan
03 Januari 2026 17:35
Pengibaran simbol politik di tengah bencana di Aceh dinilai berpotensi mengganggu fokus utama penanganan kemanusiaan. Mahasiswa S2 Magister Administrasi Publik Universitas Malikussaleh, Sofyan, menegaskan bahwa bencana seharusnya menjadi ruang netral yang bebas dari kepentingan simbolik dan politik identitas.
Menurut Sofyan, Aceh memiliki sejarah konflik yang panjang, sehingga setiap simbol politik tertentu memiliki dampak psikologis dan sosial yang sensitif. Ia menilai kemunculan kembali simbol tersebut di tengah bencana justru berisiko mengalihkan perhatian publik dari penderitaan korban.
Dampak Pengibaran Simbol Politik
- Mengganggu Fokus Kemanusiaan: Simbol politik dapat mengalihkan perhatian dari penderitaan korban dan agenda pemulihan.
- Memicu Ketegangan: Simbol politik dapat memicu ketegangan dan menghidupkan kembali stigma lama terhadap Aceh sebagai daerah rawan.
- Menyempitkan Ruang Demokrasi: Penggunaan simbol politik dalam situasi krisis dapat menyempitkan ruang demokrasi dan memberikan pembenaran pada pendekatan keamanan.
- Tidak Memberikan Manfaat: Korban bencana tidak memperoleh manfaat apa pun dari pengibaran simbol tersebut.
Sofyan menegaskan bahwa bencana seharusnya menjadi momentum memperkuat solidaritas, bukan membuka kembali luka sejarah. "Kemanusiaan harus ditempatkan di atas simbol dan kepentingan politik apa pun," ujarnya.
Kebutuhan Aceh Pasca-Bencana
- Pemulihan Ekonomi: Aceh membutuhkan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
- Tata Kelola Bencana yang Adil: Diperlukan tata kelola bencana yang adil dan transparan.
- Jaminan Hidup Layak: Warga Aceh membutuhkan jaminan hidup layak dan akses terhadap layanan dasar.
Sofyan menilai bahwa selama politik simbol terus dimainkan tanpa arah yang jelas, Aceh akan terus berada dalam lingkaran ketegangan yang berulang. "Ini bukan membawa Aceh lebih dekat pada keadilan, tetapi justru mempertahankannya dalam bayang-bayang konflik," katanya.
Kesimpulan
Pengibaran simbol politik di tengah bencana di Aceh dinilai tidak rasional dan tidak berpihak pada korban. Yang dibutuhkan warga Aceh adalah pemulihan ekonomi, tata kelola bencana yang adil, dan jaminan hidup layak. Sofyan menegaskan bahwa kemanusiaan harus ditempatkan di atas simbol dan kepentingan politik apa pun.
