News
Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Krisis Air Bersih, Bantuan Pemda Dipertanyakan
9 jam yang lalu
Banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan ribuan pengungsi yang kini menghadapi krisis air bersih dan minimnya bantuan dari pemerintah daerah. Kondisi paling memprihatinkan dialami pengungsi di Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, di mana fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang dibangun di lokasi pengungsian belum berfungsi hingga berminggu-minggu.
Pengungsi mengeluhkan bahwa bantuan utama yang mereka terima berasal dari relawan, sementara bantuan dari pemerintah daerah terbatas pada tenda dan sedikit bahan makanan. Warga mengaku kesulitan mendapatkan air minum, peralatan memasak, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kondisi Pengungsi
- Krisis air bersih: Sumur bor yang dibangun hanya berfungsi selama dua hari sebelum rusak.
- Fasilitas MCK tidak berfungsi: 10 titik MCK di Kota Lintang Bawah belum siap pakai.
- Bantuan terbatas: Pengungsi hanya menerima tenda dari BNPB dan sedikit bahan makanan dari pemerintah daerah.
- Swadaya masyarakat: Dapur umum dikelola secara swadaya dengan logistik dari relawan.
Keluhan Warga
- Kesulitan air minum: Warga sangat membutuhkan air minum dan peralatan memasak.
- Bantuan tidak merata: Bantuan dari pemerintah daerah hanya berupa beras dan mi instan dalam jumlah terbatas.
- Tidak ada tindak lanjut: Warga di Kecamatan Manyak Payed hanya diminta mengisi formulir pendataan dampak banjir tanpa kejelasan tindak lanjut.
Harapan Warga
Warga berharap segera ada bantuan air minum, kompor, dan kebutuhan dasar lainnya, terutama dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait bantuan yang telah disalurkan kepada korban banjir.
Dampak Jangka Panjang
Krisis air bersih dan minimnya bantuan dapat memperburuk kondisi kesehatan pengungsi dan menghambat pemulihan pasca-bencana. Warga meminta pemerintah daerah untuk segera bertindak dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Pengungsi banjir di Aceh Tamiang membutuhkan bantuan segera dari pemerintah daerah untuk mengatasi krisis air bersih dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini memerlukan perhatian serius untuk mencegah dampak yang lebih buruk bagi masyarakat.
